Kampus Keramat

Hal yang paling aku sukai di Kampus Bisnis Umar Usman adalah yang mengajar di kampus tidak melulu dosen. Melainkan para praktisi-praktisi handal seperti mas Jaya Setiabudi, Coach Ari Wibowo, Coach Ultra Semangat, mas Ippho Santosa, dan maasih banyak lagi.

Menurut aku kampus ini memang luar biasa. Sangat berbeda dengan kampus-kampus yang lain.

Di kampus lain kita dituntut untuk menguasai materi, sama persis dengan teori-teori yang diajarkan dosen. Di sini tidak. Karena ilmu yang diajarkan di sini hampir semuanya aplikatif. Apa yang telah diajarkan, bisa langsung kita terapkan saat itu juga. Kalau kita sudah menerapkannya ke dalam bisnis kita, tanpa belajar pun kita bisa mendapat nilai yang baik dalam ujian kognitif yang diadakan setiap bulan. Keren sekali bukan?

Nilai bukanlah satu-satunya tolok ukur berhasil atau tidaknya kita belajar di kampus ini. Karena kampus ini lebih mengedepankan praktek daripada teori. Oleh karena itu hal terbaik yang harus dilakukan adalah mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Bukan hanya difikirkan dan terus direncanakan. []

Iklan

Telur Kecap Asin SyifaπŸ’•

Sebagai anak kos-kosan, pasti kalo ngga masak mie ya telor. πŸ˜‚ Hayoo…Ngaku?? Hehe. Setelah menemukan resep telur yang satu ini, ga berpindah ke lain hati.. Ke resep yang lain maksudnya. Hehe. Asli. Ini enakk bangett. πŸ˜‹

Tagline nya: “Renyah di Luar, Lembut di Dalam”

(Aihh, ada tagline segala πŸ˜‚)

Ciri khas dari telor ini adalah lebar dan super duper tipis. Resep ini ATM(amati, tiru, modifikasi) dari telur kecap asin pontianak. HEHE. Karena sudah pake kecap asin, jadi tidak perlu menambahkan garam.

Langsung ke bahan dan cara membuatnya yu😍

Bahan:

1. 1 butir telur ayam

2. Kecap asin

3. Lada bubuk

4. Cabe bubuk

5. Mentega/margarin

Cara Membuat:

1. Oleskan mentega pada wajan/teflon hingga merata. Panaskan

2. Setelah mentega cair dan panas, pecahkan telor

3. Buat telor setipis mungkin dengan memiringkan wajan.

4. Taburi dengan lada secukupnya

5. Tuangkan kecap asin secukupnya

6. Lakukan hal yang sama pada sisi yang satunya

7. Bolak balik dan tekan-tekan permukaan telur sampai benar-benar kering dan bumbunya meresap.

8. Hidangkan dengan nasi hangat dan bubuk cabe

Selamat mencoba😘

Trade Expo Indonesia

πŸ“† 25/10/2018

πŸ“ ICE BSD City Tangerang

Trade Expo Indonesia(TEI) adalah pameran dagang terbesar di dunia yang didesain khusus untuk mendongkrak pertumbuhan ekspor dan perluasan pasar berskala Internasional. Dengan mendatangkan 1100+ exhibitors dan buyers dari 100+ negara.☺

Nah, di sini aku ga akan menceritakan panjang kali lebar kali tinggi TEI itu apa. Kalian bisa mencarinya sendiri di google. Yang pasti di sini kami mendapat banyak link vendor, wawasan tentang ekspor, pengalaman, dan masih banyak lagi. 😊

Dari kiri: Kak Fitri, Kak Ulfah, Kak Dewi, dan aku yang pake kerudung hitam. Kami semua sama-sama mahasiswi Kampus Bisnis Umar Usman Batch 6.

Sedikit cerita, kalo di antara kami berempat, kak Fitri inilah yang telah berhasil duluan membuka stand di TEI ini. Katanya dia bisa membuka stand GRATIS karena orangtuanya tu punya link sama kementrian. Soo, buat kalian-kalian yang mau expor produk, atau buka pameran di acara sebesar ini, kalian deketin aja. Pak menteri. Atau pak menteri. Kalian boleh banget memperkenalkan diri. Karena dulunya Ibunya Kak Fitri juga melakukan hal yang sama. Dan Alhamdulillah ya, bisnis roti bagelennya disambut ramah oleh orang kementrian. :))

Keren banget pokoknya! Aku salut sama kak Fitri ini. Selain orangnya ramah, baik, rendah hati, dia juga suka membantu sesama. Bisnis Roti Bagelen yang dirintis bersama sang Ibunda pun pernah mendapatkan penghargaan pada tahun 2017 lalu. Wiih,…😍 Juga, roti yang mereka produksi sendiri ini sudah sampai ke berbagai mancanegara lhoo! Kalian bisa cek di instagramnya: @bagelenubiungu.

Ini beberapa contoh gambar produknyaπŸ˜ƒ

Rasanya enakk bangedd! Sukaak!πŸ˜πŸ˜‹

Roti Bagelen Ubi Ungu sudah sampai Paris.

Kalo produk kuliner mungkin agak ribet di legalitas yah. Kata kak Fitri, “Legalitas mah gampang. Yang penting udah lolos uji ngangeninnya dulu. Udah dapet pasar potensialnya. Dan yang paling penting kita harus punya banyak link. Misalnya sesama wirausaha muda, pihak pemerintah, dan lain-lain. Kalo punya link, semua urusan pasti gampang ko. :)”

Kalau yang ini foto bareng-bareng dengan anak UU yang lain. Awalnya ga janjian, eh ternyata ketemu ma mereka di sana. Wkwkw. Kejutan bangett!

Dari kiri: Aufa, aku, Mr. Robert, Kak Dewi.

Ketika kami sedang kelelahan setelah muter-muter dari stand satu ke stand yang lain, tiba-tiba ada seorang bule datang dan minta izin memotret kami. Wow!! Kok berasa jadi artis yah. Wkwkw.

Saat itu posisinya lagi duduk di pinggir stand yang udah sepi pengunjung. Dan, “Wow. It looks very natural. Helloo…let me take some of your picture guys. May I??” Tanya bule itu.

Kamipun kebingungan yang tiba-tiba disamperin bule asal Italia itu. Dengan bahasa Inggris yang belepotan kamipun mengiyakan. Difoto dengan berbagai macam pose yang natural.

Setelah itu kamipun selfie bersama. Hoho.

Kesalahanku adalah lupa tidak meminta nomor whatsappnya. Padahal kalo punya dan pertemanannya masih berlanjut sampai sekarang itu adalah sesuatu hal yang saangat keren! Siapa tahu dia menjadi partner bisnis kita suatu hari nanti. Aku menyesal.

Baru pertama kali ini ada seorang bule yang seramah itu. Dia juga perhatian. Dia bertanya padaku, “Hi. Why are u shy?! :)” (kenapa kamu malu??)

OMG! Separah itukah aku sampe bule pun bilang aku pemalu???!πŸ™ƒ

Foto dengan Pak Jokowi hihii.

Ini aku dan Kak Dewi. Kak Dewi sampe bela-belain nginep di kosan aku biar bisa ke Tangerang bareng. Kalian tau? Tangerang itu jauh banget. :’) 2.5 jam dari kosan aku di Jati Padang. Dan kami bela-belain datang ke sana pulang pergi selama dua hari. Pulang dari sana jam 12 malam. Besok paginya pergi ke Tangerang lagi.πŸ™ƒ Luar biasa. Capek sekali. Tapi banyak ilmu yang kami dapat.

Sambil jalan-jalan kita juga bisa kulineran gratis lohh. Mampir aja di stand kuliner. Karena rata-rata mereka menyediakan sample produk untuk dicicipi. Kita juga bisa mengupas lebih dalam tentang bagaimana cara produksi, pengiriman darimana, dan banyak hal. Luar biasa seru kan?😊 Rugii deh kalo ga ikut. Soalnya free entry di sini. Meskipun jauh tapi kita bisa mempelajari banyak hal.

Di ICE BSD City itu ada 10 hall. Luaaas banget. Dua hari itu aja ga semuanya kita selesai jelajahi. Padahal kita sampe malam di sana. Udah sangat capek.☺

Produk-produk yang bisa diekspor itu banyak banget. Ada handycraft, makanan, furniture, dll. Kamu mau cari apa aja ada. Tinggal liat peta saking banyak dan luasnya produk yang dipamerkan di sini.😊

Ini foto saat menikmati secangkir kopi sehabis materi tentang ekspor ke ASEAN dan RRT. Wkwkw. Sumpah ya. Ikut kelas ini berasa kuliah lagi di Akademi Pimpinan Perusahaan. Karena dulu sempet belajar Perdagangan Internasional Wilayah ASEAN dan RRT juga. Bedanya, di sini kami bisa berinteraksi langsung dengan pak konjen dan pak dubes yang baik hati.

Inti dari pembelajaran di kelas ini adalah,, ketika kita mau mengekspor suatu produk, kita harus benar-benar pastikan produk kita itu TERUJI. Ketika ikut seminar atau pameran, jangan lupa bawa kartu nama, brosur, dan sample produk. Kita bisa saling bertukar kartu nama dengan para wirausaha lain. Kalau ada spot bagus, bisa kita gunakan untuk foto produk gratis. Hehee.☺[]

Rindu

Aku rindu…

Aku rindu dulu…

Tatkala aku dengan semangat yang membara menjalani hari

Semangat belajar…

Mengunjungi tempat baru…

Kulineran…

Backpackeran…

Ikut seminar ini itu.

Belajar memasak….dll

Aku rindu semua itu.

Sekarang?

Kuliah, nugas, santai-santai di kos, kuliah lagi, nugas lagi, santai-santai di kos lagi. Aku merasa, kok hidup aku begini-begini aja ya. Ga kaya dulu. Sebenarnya apa yang berbeda?

Aku merasa sok sibuk padahal sebenarnya lebih sering mager di kos. Aku tak lagi semangat belajar memasak seperti dulu, aku tak lagi rajin menulis diary seperti dulu, aku tak lagi sering main seperti dulu. Aku merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam diriku.

Aku rindu diriku dulu yang penuh semangat.

Bukan pemalas seperti ini.

Apa yang salah?

Apa yang berbeda?

Apa yang membuatku berubah?

πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”

Sebut Saja Cerita Prewed

Mungkin, gue bakal sering-sering share cerita prewed gue di sini. Maksudnya kisah sebelum gue nikah. Hehe. Biar ada kenangannya. 😁

Gue dan dia emang berkomitmen buat nikah pada awal tahun 2020 nanti. Saat itu umur gue masih 21. Menjelang 22. Gue pikir gue udah ga terlalu muda untuk menikah. Ataupun terlalu tua.

Gue mohon. Jangan halang-halangin gue.

Gue mohon. Jangan halang-halangin gue.

Gue mohon. Jangan halang-halangin gue.

Saat ini, kami sedang merintis usaha bersama, tentunya buat modal nikah. Karena dari sisi keluarga kami pun sama-sama bukan dari keturunan orang berada.

Gue pikir ini so sweet, meskipun pada awalnya yaa… Gue sebenernya bisa cari yang lebih sempurna daripada dia. Yang kaya misalnya. Tapi… Belum pernah gue temukan orang yang seperti dia. Yang bisa menjaga agamanya dengan baik😊

Ada temen sekampus gue yang tampan, kaya. Tapi, dia perhatian sama semua cewek. Dia deket sama banyak cewek dengan alasan yang ga bisa gue terima. Ternyata memang, cuma ‘dia’ satu-satunya orang yang gue percaya bisa menjaga perasaan gue.

Hal yang unik dari hubungan kami adalah, kami ga pacaran, HTS juga bukan. Karena niat dari awal-awal banget adalah untuk ta’aruf. Untuk menikah. :’)

Gue percaya dia jodoh sejak pandangan pertama.

Kalau dipikir-pikir, kisah kami berdua mirip banget dengan film, “Aku, Kau, dan KUA.” Gue sebagai Uci. Dia sebagai Rico.

Sebelum ketemu dia gue berkomitmen untuk tetap menjomblo sampai nikah. Dan terus istiqomah untuk berhijab. Persis banget ma Uci.

Sedangkan dia, dulu pernah dekat dengan seorang perempuan dan hampir menikah. Ketika dia datang ke rumahnya, ditolak oleh orangtua si perempuan. Dan ujung-ujungnya ditinggal nikah. Persis banget ma Rico.

Gue gatau ini kebetulan atau apa. Tapi mirip!

Pertama kenal dengan dia, waktu itu setelah acara seminar bisnis di gedung BPPT Thamrin. Dia adalah trainer. Dan gue adalah peserta di situ. Tiba-tiba dia ngajak pulang bareng. Waktu itu dia curhat soal ditinggal nikah sama orang yang hampir menikah dengannya. Menurut gue itu konyol. Dalam hati gue bilang, “Kok curhatnya ke gue sih? Haha. Yaiyalah ga berjodoh. Orang jodohnya ada di sini.😝”

Gue gatau kenapa ngomong begitu. Padahal hari itu adalah hari pertama gue kenal dengannya. Dan gue belum ada perasaan apa-apa ke dia.

Tahun berganti tahun.

Hubungan gue dan dia semakin dekat.

1000 undangan pun udah dipesan.

5 bulan setelah gue lulus kuliah gue akan nikah sama dia.

Pernah seserius itu Masyaallah XD

Alhamdulillah dia udah ga pernah lagi ngungkit-ngungkit soal mantannya ituπŸ˜‚ Karena gue akan marah!

Ya lo bayangin aja. Gue itu orangnya paling ga bisa marah. Diusilin aja gue masih bisa senyum(eak). Sekalinya gue marah, berarti itu emang PARAH!!!

Ada satu chat yang membuat gue baper.

OMG haha. Tinggi banget ngayalnya.πŸ˜… Tunggu adek kelar kuliah dulu ya bang. Baru juga dua bulan kuliahnyaπŸ˜… Haha. Haha. Haha. #abaikan

Ini Pendapat Saya Tentang MLM

MLM(Multi Level Marketing) adalah salah satu bentuk pemasaran produk suatu perusahaan berbentuk jaringan piramida. Semakin banyak downline nya yang aktif, maka passive income yang didapatnya semakin besar dan seemakin besar. Mungkin ini yang disebut sebagai penggandaan uang.

Dari mengikuti bisnis ini, saya belajar tentang cara memasarkan produk, cara meng-closingkan prospek, cara public speaking, dan lain sebagainya.

Umumnya prospek(calon downline) diminta berinvestasi sejumlah rupiah untuk mendapatkan produk tertentu untuk dijual. Hal ini sah-sah aja. Selama tidak merugikan kedua belah pihak maka hukumnya boleh.

Pertama kali saya mengenal MLM adalah pada saat saya masih berusia 19tahun. Saat itu adalah saat ketika saya baru lulus SMA dan saya baru pertama kalinya datang ke Jakarta seorang diri. Saya belum mengerti bisnis, dan rasa keingintahuan saya pada saat itu begituu besar. Untuk yang pertama kalinya saya mengikuti seminar MLM produk minuman di Depok berinisial M.

Perjalanan bisnis saya tidak berhenti sampai di situ. Saya jatuh bangun memperjuangkan bisnis saya. Sampai suatu ketika teman-teman saya yang ditawarin ikut MLM oleh seseorang yang tak dikenal curhat ke saya. Seolah-olah saya adalah Master of MLM. Padahal tidak. Saya hanya pernah mengikuti sebagian atau beberapa. Setidaknya pernah terjun langsung daripada mereka yang baru pertama kali. (Mungkin shock)

Dan saya menyadari saya banyak gagalnya pada waktu itu. Tapi, saya juga mendapat banyak pelajaran berharga dari situ.

Ciri khas dari MLM adalah:

1. Diiming-imingi bonus yang menggiurkan

2. Reward

3. Cara create profit nya ada dua: Menjual produk dan mengajak orang lain untuk ikut bergabung

4. Yang mengajak disebut sponsor/upline. Yang diajak disebut prospek/ downline. Si upline ini mempunyai kewajiban untuk membina downline-downline nya sampai sukses di bisnis tersebut.

5. Biasanya rutin diadakan seminar MLM di hotel atau di gedung. Berbayar ataupun gratis.

6. Setiap prospek yang ingin menjadi member diwajibkan untuk membeli paket lisensi kemitraan/keanggotaan.

7. Kebanyakan leader memprospek dengan cara hardselling atau buying customer. (Mungkin karena kepepet waktu kali yaπŸ˜‚) Karena ada beberapa perusahaan yang menerapkan sistem tutup point. Kalau tidak bisa mencapai jumlah sekian maka bonusnya akan hangus.

8. Kebanyakan pelaku bisnis MLM lebih suka invite orang untuk ikut bisnisnya karena keuntungan dari situ lebih besar daripada menjual produk itu sendiri.

9. Upline akan mendapat passive income ketika downline nya mengajak orang. Atau downline nya downline nya mengajak orang. Atau downline nya downline nya downline nya mengajak orang. Begitu seterusnya hingga membentuk jaringan piramida.

10. Dll

Kata dosen saya, Mr. Roni: “Kalau kamu ingin sukses dalam bisnis Multi Level Marketing(MLM), ikuti saja workflow nya, sistemnya, seminarnya. Maka kamu akan sukses! Kalau kamu ingin menjadi seorang business owner, maka di sinilah tempatnya(Kampus Bisnis Umar Usman)” πŸ™‚

Eh. Jadi iklan kampusπŸ™Š

Cara Sederhana Menghitung BEP Bisnis Pribadi

Apa itu BEP?

Mungkin di sini masih ada yang bertanya-tanya apa itu BEP. Atau mungkin masih bingung tentang bagaimana cara mudahnya menghitung BEP. Sama seperti saya dulu. Ketika SMA belajar akuntansi tapi baru sekarang ngeh BEP itu apa dan bagaimana cara menerapkannya dalam bisnis kita. Huehehee…πŸ˜‚

BEP adalah singkatan dari Break Event Point(titik impas). Maksudnya adalah sebuah keadaan dimana si pemilik usaha mengalami balik modal setelah menjalankan suatu usaha.

Caranya bagaimana?

RUMUS:

BEP= Fc Γ· (P-Vc)

Keterangan:

Fc= Fix cost(biaya tetap)

P= Price(Harga)

Vc= Variable cost(biaya yang melekat pada sebuah produk)

Contoh bisnis Pancake Durian.

Fc: -Freezer 3jt

Total Fc= 3jt

Vc: -Pancake durian jumbo 1 pcs= 8rb

-Packaging= 500

-Sticker=500

-Sendok+Plastik=500

Total Vc: Rp9.500

P: Rp15.000

BEP= 3jt(Fc) Γ· (15.000-9.500)

= 3jtΓ· 5.500

= 546

Artinya, bisnis akan balik modal setelah penjualan yang ke 547 😊

Mudah bukan?