Tragedi Hilangnya Kartu ATM

person holding dollars
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Pernah gak si, ketika tiba-tiba kartu ATM yang kalian miliki raib dari dalam dompet/tas? Lalu, kalau sudah begitu apa yang akan kalian lakukan?

Mungkin sebagian dari kalian akan memutuskan untuk kembali ke ATM untuk mencari, sebagiannya lagi lebih memilih untuk memblokir kartu tersebut dan membuat lagi kartu yang baru.

Awalnya aku akan melakukan opsi yang pertama. Tapi, temanku mengatakan itu percuma. Karena ada tiga kemungkinan:

  1. Kalau lupa menarik kartu ATM, kartunya akan ditelan oleh mesin
  2. Kalau ada yang tahu pin kita, lalu kartunya tergeletak begitu saja, besar kemungkinan orang itu akan mengambil isi ATMnya
  3. Jatuh ke tong sampah, atau lantai, kemungkinan akan diringkus oleh petugas kebersihan.

Tanggal 23 kemarin, secara tak sengaja aku lupa dimana menaruh kartu ATM-ku setelah mengambil uang di mesin ATM stasiun Palmerah. Saat itu kondisinya lagi acara KSN. Tentu saja aku panik. Baru pertama kalinya kehilangan kartu ATM. bertepatan hari Minggu pula. Mana ada bank yang buka. Temanku pun menyarankan untuk menghubungi call center dan memblokir kartu ATMku.

Tahun lalu, bertepatan di Bulan Desember, aku terkena penipuan di mesin ATM dan kehilangan uang 4,5jt dalam waktu sekejap. Tentu saja aku trauma kehilangan uang lagi. Ya bayangin aja. Aku sampe rela menahan lapar, menahan keinginan beli ini dan itu, demi bisa menabung untuk masa depan dan uangnya raib begitu saja diambil orang?? Aku bener-bener takut kejadian itu terulang lagi. Meskipun ini murni kesalahanku, bukan kasus penipuan seperti tahun lalu.

Hikmah dari kejadian ini, aku sadar kalau uang itu hanyalah sebuah titipan. Bukan milikmu seutuhnya. Kalau Sang Pemilik Kekayaan ingin mengambil ya pasti diambil dengan cara yang tak diduga. Mungkin ini adalah sebuah peringatan, agar aku sering-sering sedekah dan membantu orang. Bukannya berlomba-lomba mengumpulkan uang. Karena sejatinya kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah. Fastabiqul Khoirot(berlomba-lomba dalam kebaikan).

Aku fikir ketika mengambil uang, aku sudah sangat berhati-hati. Aku bahkan menunggu ATM sepi dulu baru mengambil uang. Tapi kalau memang musibah ya siapa yang bisa menduga. Mungkin aku yang terlalu banyak melamun dan suka terburu-buru. Padahal terburu-buru adalah sifat syaiton. Mungkin setelah ini aku akan lebih berhati-hati lagi dan tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu hal.

Tanggal 23 kemarin bertepatan hari Minggu, tentu saja aku tidak bisa ke bank karena bank tutup. Setelah menunggu keesokan harinya ternyata bank masih tutup. Aku lupa kalau sedang cuti hari natal. Jadi bank manapun masih tutup. Lalu akupun kembali lagi tanggal 26. Dan Alhamdulillah bank sudah buka. Tapi aku disuruh ke bank cabang kalau untuk cetak kartu. Untungnya dekat. Di gedung 18 Office Park Tb Simatupang. Naik ojol 10 menit pun sudah sampai.

Di sana aku mengantri cukup lama. Dan aku adalah nasabah terakhir karena memang kemarin cukup banyak yang antri. Aku mendapat urutan ke 39. Datang pukul 15.00 dan dipanggil pukul 15.55. Alhamdulillah masih keburu karena jam 16.00 bank sudah tutup.

Setelah menyelesaikan proses administrasi dan menandatangani materai aku pun mendapat sepotong kartu ATM baru berwarna biru. Aku senang sekali saldoku masih utuh. Alhamdulillah. Aku jadi ingat nadzarku kemarin, kalau uangku selamat aku janji akan menolong temanku yang sedang kesulitan membutuhkan uang. {}

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s