5 Kedai Durian yang Ingin Dikunjungi

Di post yang sebelumnya, aku menuliskan bahwa aku akan mengunjungi beberapa Kedai Durian yang ada di Jakarta. Kenapa harus Jakarta? Karena kota ini mempunyai banyak sekali kedai durian yang menyajikan es durian paling enak selain di Medan. Dengan menggabungkan buah durian asli, susu kental manis, whipped cream, kacang mete, brownies, dan berbagai topping lainnya, es durian merupakan dessert segar rekomendasi yang dapat dimakan sambil duduk-duduk santai^ ^

Durian memang dikenal sebagai buah yang sedikit kontroversial. Karena banyak orang yang suka durian, namun ada banyak juga yang nggak suka. Terutama dengan aroma buah durian yang begitu menyengat. Meskipun demikian, durian merupakan salah satu buah yang cukup populer di Indonesia. Tak heran bahwa buah ini cukup digandrungi oleh masyarakat dan seringkali menjadi primadona.

Next aku share ceritanya di sini ya! πŸ™‚ Berikut adalah 5 kedai durian yang ingin dikunjungi:

  1. Sop Duren Addict

Sop Duren Addict ini berada di dua tempat. Yang satu di Cibubur, satunya lagi di Tebet. Kenapa aku mau ke sini, soalnya tempatnya bagus banget! Instagrammable, sangat cocok untuk bersantai dan foto-foto ria. Seandainya aku memiliki kedai secantik ini, pasti sangat betah menulis dan membaca di sana.^ ^hehe

2. Kedai Duren Wak roban

Kedai ini berada di Jl. Meruya Ilir No.4 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Buka mulai pukul 11.00 s/d 22.00.

Nama Duren Wak Roban diambil dari nama Ayah pemilik yaitu Robani. Kedai ini didedikasikan khusus kepada sosok ayah yang selalu memotivasi dan berasal dari tanah Sumatera. Menurut cerita yang beredar, Duren Wak Roban terlahir karena kebutuhan ekonomi saat itu yang mengharuskan anak-anak wak Roban mencari penghasilan tambahan. Kedai Duren Wak Roban didirikan pada akhir bulan Oktober 2013 dan menjadi salah satu kedai durian terbesar yang ada di Jakarta.

Kedai Duren Wakroban menjual berbagai macam menu olahan durian yang unik-unik dan nggak hanya duren loh :). Beberapa menu yang paling populer adalah: Spaghetti Duren(35k), Durian Creame(25k), dan Sop Duren. Selain membuka kedai, owner @kedaidurenwakroban ini juga membuka kemitraan durian cup bernama It’s Duren. Tentu udah ga pada asing lagi dong! πŸ™‚ Karena It’s Duren sudah membuka jalur kemitraan di berbagai kota yang ada di Indonesia. πŸ™‚

3. Ucok Durian

Ucok Durian adalah satu Kedai Durian yang paling terkenal di Medan. Ucok Durian menyajikan berbagai menu olahan durian dengan kualitas terbaik. Ucok Durian juga sering disebut sebagai salah satu gudangnya buah durian yang ada di Jakarta.

Alamat Kedai Ucok Durian Jakarta Selatan: Jl. Lebak Bulus 1 No.59, Rt.06/04 Cilandak Barat-Jakarta Selatan 12430. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 s/d 21.00.

4. Kedai Ice Cream Durian Gentong

A taste of nostalgia, nama Gentong dipilih karena sudah familiar bagi masayarakat Indonesia. CEO Kedai Ice Cream Gentong, Yardi Limas mengakui jika ia ingin mengangkat Indonesia melalui sajian es krim karena sebagian rasa es krim Gentong diolah dengan menggunakan buah lokal yang berasal dari Indonesia. Cita rasa es krim ala es krim Indonesia klasik tidak terlalu creamy dapat membawa nuansa nostalgia dan rasa bahagia pada mereka yang menyantapnya. Di awal mula berdirinya, Kedai Gentong ini hanya menyediakan 3 varian rasa, yaitu: Durian, Cokelat, dan Nangka.

Alamat lengkap Kedai Durian Gentong: Jl. Boulevard Raya Blok FY 1/14 Kelapa Gading, Rt.08/13 Kelapa Gading Jakarta Timur, 14240. Buka setiap hari mulai pukul 10.00 s/d 22.00.

5. Markas Duren

markasduren.png

Wow, dari gambarnya aja udah bikin ngiler yah. Hehe

Markas Duren adalah sebuah kedai minimalis yang menawarkan es durian dengan berbagai macam menu topping yang unik! Salah satu menu paling terkenal di tempat ini adalah es durian rainbow, yang menggabungkan potongan durian asli dengan oreo, marshmallow, Pocky yang berwarna warni. Unik banget ya?😍🀀 Wajib coba!

Alamat lengkap Markas Duren: Jl. Nusa Indah No.58 Rt.02/12 Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Pusat, 11750. Buka setiap hari mulai pukul 11 siang hingga pukul 11 malam. *

.

*Sumber dari Google dengan perubahan seperlunya

Jakarta, 1 Februari 2019 (01.22)

Iklan

Inilah Perjalanan Bisnisku

Ada salah seorang teman di kampus yang, aku fikir dia dari golongan orang berada. Uang bukanlah sebuah masalah baginya. Tapi ketika kuliah di kampus bisnis, otomatis mau nggak mau dia harus jualan. Apapun yang bisa dijual. Dulunya ia jualan jam tangan branded yang harganya sangat mahal. Lalu ketika dia menemui kendala dalam berjualan, akhirnya dia terpikir untuk berjualan snack ringan harga lima ribuan dengan tujuan agar cepat perputaran uangnya. Dan pada saat itu dia minder luar biasa. Sangat kentara dari mimik wajahnya. Lalu ada seorang kawan yang berkata, “Nggak papa jualan snack. Namanya juga usaha kan bro. Yang penting menghasilkan.”

Apa yang dialami temanku ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang kualami. Dari jualan makanan under 100k lalu beralih ke penjualan properti harga ratusan hingga milyaran rupiah wkwkw.

Tentu saja di penjualan properti ini aku masih sangat awam pake banget. Kalo kata orang Jawa, “Gak ngerti blass”. Karena emang aku keturunan keluarga guru, bukan pengusaha properti. Aku hanyalah seorang perantau yang punya cita-cita ingin menjadi pengusaha properti. Ga salah tho? Hehe.

Perkuliahan bulan pertama(September), aku ingin usaha masker spirulina.

Karena untungnya jualan gede. Minimal 50.000 per sekali closing. Tapi saat itu setelah tahu kalo masker spirulina adalah produk MLM, semangatku jadi ciut hehe. Aku ga ingin jualan sesuatu yang sudah ada sistemnya. Ga seru. Dan itu bukan termasuk alasan kenapa Umar Usman itu ada. Kata dosen aku, “Kalau kamu mau jualan produk yang sudah bersistem, lebih baik ikutin saja cara bisnisnya, seminarnya. Insyaallah kamu akan sukses. Tapi kalau ingin menjadi seorang Business Owner yang sukses, maka Kampus Bisnis Umar Usman tempatnya! :)”

Dari kalimat itu aja udah jelas kalau visi Kampus dan perusahaan MLM sama sekali berbeda. Jadi itulah alasan kenapa saat ini aku menghindari bisnis rekrut merekrut karena memang ya, sayang udah bayar kuliah mahal kalo ilmunya ga kepake.

Setelah berbisnis masker, aku beralih ke bisnis travel pada bulan Oktober 2018. Sebenarnya sudah lama berbisnis travel. Tapi mau dihidupkan kembali. Tapi semakin lama aku merasa kurang cocok di bisnis travel. Karena resiko dunia pertiketan itu sangat besar. Salah sedikit aja akibatnya bisa fatal. Kalau travelling adalah hobi maka bisa jadi bisnis ini adalah bisnis yang bagus dan sangat menjanjikan. Tapi kalo jarang?? Hmm…

Mulai bulan November 2018 akhirnya aku punya bisnis yang sampai saat ini masih konsisten kujalani. Yaitu bisnis Pancake Durian. Bisnis ini adalah bisnis yang kujalani berdua. Jadi kalo yang satu lagi down, satunya bisa menyemangati. Begitu seterusnya, hingga akhirnya bisnis ini menjadi bisnis yang paling awet hehe. :’) Nantinya mau bikin kedai durian Insyaallah. Doakan^ ^

Akhir bulan Januari adalah masa-masa penentuan magang.

Aku sebenarnya bimbang. Mau magang dimana?

Di bidang apa?

Kuliner, properti, atau jasa tulis?

Kita bahas satu persatu ya.

1. Jasa tulis/ content writer

Jasa tulis/content writer memang sebuah pekerjaan yang tak jauh dari hobiku, yaitu tulis menulis. Tapi masalahnya aku hanya menulis di saat mood, sementara menjadi content writer pasti menuntut untuk konsisten menulis setiap hari di waktu-waktu tertentu. Dan, menjadi content writer bukan tujuanku kuliah di Kampus Bisnis karena aku ingin menjadi Business Owner. Aku sangat menghindari sebuah pekerjaan yang berbau karyawan. Karena aku bukan orang yang suka diperintah dan tidak betah bekerja di bawah tuntutan. Menyusun sebuah konsep dan ide-ide bisnis adalah sebuah pekerjaan yang sangat kusukai.

2. Properti

Meskipun masih ‘baru’ di dunia properti aku mempunyai semangat yang tinggi untuk mempelajarinya. Karena telah terhasut buku Rich Dad Poor Dad karya Robert T Kiyosaki. Menurutnya, bisnis properti adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Karena harga properti selalu naik setiap tahunnya. Dan kalau ingin mempunyai arus kas orang kaya, kamu harus bisa menciptakan penghasilan dari kolom aset yang kamu ciptakan(passive income). Menciptakan passive income bisa darimana saja. Misalnya menulis buku, menjadi youtuber, pemilik usaha bisnis, pemilik properti yang disewakan, dan masih banyak lagi.

Kalau kata Pak Agus Piranhamas, “Cara tercepat menjadi kaya adalah menjual sesuatu yang dibutuhkan orang kaya.”

“Kalau ingin cepat kaya jangan menjual sesuatu untuk orang miskin. Karna kebanyakan orang miskin, sudah dikasih harga murah masih nawar lagi.” wkwk. LOL.πŸ˜†

3. Kuliner

Seperti yang sudah disebutkan di awal, aku ingin mempunyai kedai pancake durian. Konsep kedai yang instagrammable dan kekinian kabarnya akan menjadi bisnis yang trend di tahun 2019-2021. Kedai ini sangat cocok untuk para remaja yang sedang hunting spot bagus untuk foto, cocok juga untuk para pecinta durian yang ingin menikmati durian di tempat yang nyaman. Selain itu kedai ini juga menyediakan banyak buku bagus yang disusun berjajar di rak-rak kayu. Jadi selain bisa menikmati berbagai olahan durian, setiap pengunjung yang datang ke kedai ini dapat membaca buku apapun yang mereka inginkan. Sebuah perpaduan yang sangat kusuka. Kuliner dan buku yang bisa dibisniskan. πŸ™‚

Kira-kira untuk membuat sebuah kedai seperti yang aku inginkan membutuhkan budget sekitar 100juta. Karena belum ada, sekarang buat Fanpagenya aja dulu, buat Instagramnya aja dulu. Jualan aja dulu. Nah, nanti dari profit itu semua buat kedai kecil-kecilan(minimal ada freezer dan sebuah ‘pasar’). Nggak langsung besar. Mulai dari yang terkecil dulu. Nanti lama-lama menjadi besar asalkan mau tekun dan gigih.😊

Nah, oleh karenanya, agar cepat mendapatkan modal(minimal untuk membeli freezer) aku akan berjualan properti. Lalu bagaimana cara agar bisa membuat sebuah kedai yang bagus? Nanti kedepannya aku akan survey satu-satu kedai terbagus yang ada di Jakarta. Insyaallah bisa, dan nggak harus magang di kedai durian. lebih baik fokus tentang cara menjual properti yang efektif terlebih dulu. Kalau menjual properti bisa, profitnya bisa langsung digunakan untuk mencicil membuat kedai impian.😊

Ohya, kini untuk berbisnis ngga usah jauh-jauh cari bahan baku lho. Nggak usah bolak balik sana sini, cukup buka Ralali.com dan kita bisa menemukan berbagai supplier tangan pertama yang terpercaya. Memilih supplier terpercaya tentunya akan berpengaruh pada kualitas produk, harga, dan layanan penjualan bisnis yang kita jalankan.😊{}

.

Jakarta, 31 Januari 2019 (19.43)

Menjadi Konsultan Properti di Usia 20th?!

Sebenarnya, ada sebuah rasa sakit hati yang tak terbalaskan.

Bagaimana tidak, 9 tahun mengumpulkan rupiah demi rupiah hingga terkumpul 10jt dan uangnya amblas begitu saja diduga kena kasus penipuan bodong. Tapi, aku tidak sejahat itu hingga harus lapor polisi atau menuntut ke pengadilan. Menurut aku itu bukan penipuan. Melainkan manajemen keuangannya saja yang kurang baikk. Walau bagaimana pun juga perusahaan itu telah berjasa mengajarkanku banyak hal tentang dunia bisnis. Bahkan, yang telah mempertemukanku dengan seseorang yang sebentar lagi akan menjadi pendamping halalku(aminin aja).

“Sempat dibuat percaya lalu dikecewakan”

Mungkin itulah kalimat yang tepat menggambarkan rasa kekecewaanku. Aku tidak menuntut ganti rugi, meskipun si dia memaksaku untuk segera membuat surat tuntutan ganti rugi.

Mungkin dia juga menjadi korban. Bedanya dia dulu adalah karyawan(Trainer, Ahli IT, Customer Service,dll) dan aku hanya sebagai member.

Setahun pasca perusahaan tempat aku berinvestasi itu tutup, aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan mereka. Ibarat putus, sekali tersakiti aku tidak mau kembali lagi. Meskipun mereka selalu berusaha menarikku agar aku mau bersama mereka lagi.

Terancam hukuman penjara, CEO dari perusahaan tersebut sekarang sedang bersusah payah mencari uang milyaran rupiah untuk para member dan karyawan yang merasa dirugikan. Kebetulan beliau menjadi komisaris di sebuah perusahaan property. Dan calon suamiku ini memaksa agar aku dijadikan konsultan properti di perusahaan property itu. Yang tentu saja secara gratis.

Sebenarnya aku nggak ngerti juga, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk mendaftar menjadi konsultan property. Yang aku tahu pasti biayanya lebih mahal daripada agen karena tingkatan agen berada di bawah konsultan.

Aku juga belum tahu untuk menjadi konsultan properti apa aja yang harus aku lakukan, katanya, “Udah. Ikutin aja. Kalau ada training km ikut ya. :)”

Ohya, dulu orang yang menjadi upline ku di perusahaan yang telah tutup itu pernah menawarkanku untuk ikut menjadi agen di perusahaan property yang sama. Investasinya untuk menjadi agen 1juta, udah free ikut kelas tiap minggunya. Dia menjelaskan, profit berjualan property itu 3% dari harga properti. Misal harga sebuah rumah adalah 1M. Maka 3%nya adalah 30juta. Dan komisi yang diterima agen sebesar 60% berarti 18juta, dipotong pajak 10%, sisa 16,2jt profit bersih untuk satu unit rumah. Itu kalau menjadi agen. Menjadi konsultan pasti komisinya lebih besar lagi.😢😢

Jakarta, 27 Januari 2019 (19.19)

Business Spirituality

photography of night sky
Photo by Juan on Pexels.com

Tak henti-hentinya aku menuliskan tentang pelajaran bersyukur. Karena hanya dengan bersyukurlah nikmat kita akan ditambahkan dengan sendirinya oleh Yang Maha Kuasa. ^ ^

Ingin merenung, sebenarnya apa sih, yang aku inginkan di dunia ini??

Harta?

Kekayaan?

Uang?

Hidup nyaman?

Aku sudah mendapatkan apapun yang aku inginkan. Kampus yang bagus, tempat tinggal yang nyaman(kosan), teman-teman yang baik, dan masih banyak lagi.

Kalau ingin bertanya, aku siapa?

Untuk apa aku dihidupkan di dunia ini??

Hidup itu bagaikan the game of life. Hidup semacam papan permainan. Dan kita diturunkan di dunia ini bukan tanpa suatu tujuan.

Pertama-tama yang harus kita ketahui adalah, siapa kita? Darimana kita berasal? Dan sedang apa kita di sini?

Pernah gak sih, kita berfikir tentang ketiga hal itu?

Pukul 21.00, di sebuah acara seminar di kampus, tentang Business Spirituality, sang trainer meminta salah seorang peserta laki-laki untuk berdiri. Lalu sang trainer memberikannya sebuah Al Qur’an berukuran sedang.

“Siapa nama kamu?”tanya sang trainer.

“Esa”

“Baik, Esa. Umpamakan saya di sini adalah Tuhan, dan saya memberikanmu Al Qur’an. Al Qur’an inilah yang akan menjadi buku pedoman ketika kamu di dunia. Dan sekarang….Turunlah ke dunia, Esa.”

Lalu remaja laki-laki bernama Esa itupun mengikuti intruksi. Turun ke dunia. Dan di dunia dia melihat banyak orang sukses bergelimang harta. Dan mereka terlihat begituu bahagia. Mereka pun berbondong-bondong mengumpulkan harta kekayaan, sampai lupa dengan ibadah.

“Esa, coba katakan, ‘Ah, andai saya bisa menjadi mas Adi, pasti enak hidup saya. Kaya, bergelimang harta'”. Esa pun menirukan suara sang trainer. Ia memperagakan skenario yang dibuat sang trainer dan disaksikan oleh seluruh mahasiswa di kampus tersebut.

Dalam aktingnya, Esa berjuang keras agar bisa sukses seperti Mas Adi. Namun, setelah ia sukses, hatinya begitu kosong. Ia tidak bahagia. Lalu ia melihat orang lain lebih sukses. Dan Esa mengikutinya. Semakin jauh. dan semakin jauh dari Tuhan, karena Esa terlalu disibukkan oleh urusan dunia. Padahal ia diturunkan ke dunia tak lain dan tak bukan hanyalah untuk menyembah Tuhan semata. Esa bahkan lupa dengan Al Qur’an yang pernah diberikan Tuhan padanya. Esa tak pernah membacanya. Justru dia mempunyai kesibukan lain dan menduakan Tuhan.

Hingga akhirnya Tuhan(yang diperagakan sang trainer) pun murka. Ia membuat Esa terjatuh kesakitan. Mungkin maksud Tuhan adalah agar Esa berhenti untuk tidak berjalan terlampau jauh. Dan segera kembali pada Tuhan, karena waktu Esa di dunia ini tak lama lagi.

Lalu Esa pun tersadar. Sudah ke sana kemari Esa berjalan tak tahu arah. Ingin hati sukses seperti orang-orang, tapi setelah ia mendapatkan apapun yang dia inginkan, hatinya masih kosong. Sama sekali tak menemukan kebahagiaan. Dan Esa pun teringat, kalau tujuan dia diciptakan ke dunia bukanlah untuk mencari harta kekayaan, melainkan untuk menyembah Yang Maha Kuasa.

“Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyadarkanku.” kini Esa pun rajin beribadah, shalat tepat waktu, tak lupa membaca Al Qur’an, dan ia menjadi pengusaha sukses yang dermawan. Karna baginya, harta itu hanya sebagai jalan yang digunakannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan malah sebaliknya. {}

Jakarta, 27 Januari 2019 (17.47)

H-1 Sebelum Dibuang

depositphotos_93680954-stock-illustration-light-blue-pink-love-pastel

Sebenarnya udah sering yah, challenge gitu. Ga makan juga udah sering. Survive sendirian di kota orang juga udah sering. Tapi ga bayangin aja kalo bakal tidur di jalan, terlantar. 3 hari 2 malem lagi. WAW! *sedangmengumpulkanmental

Anggep aja lagi main film yah, pura-puranya jadi anak yang terbuang(padahal emang iya). Lalu berjuang sendirian mengumpulkan serupiah demi serupiah untuk sesuap nasi. Hiks. *sedihamat

Jadi buat apa kuliah mahal-mahal kalo pada akhirnya ditelantarkan di jalan???

Bayangin loh. Kuliah 34juta, belajar bukannya di kampus tapi di jalan. Nggak heran banyak mahasiswa yang tidak berhasil menuntaskan satu tahun kuliahnya hanya karna ini. Challenge. Karena rata-rata mahasiswa yang kuliah di UU anak orang kaya, tapi di UU kita diajarkan untuk hidup sederhana, tidak mengejar dunia semata, melainkan akhirat dulu yang diutamakan.

Sebelum akhirnya aku off selama 3 hari, aku ingin mengucapkan kata-kata perpisahan. *hiks. Apapun yang terjadi, Syifa harus kuat! Kamu harus jeli menangkap semua peluang yang ada di depanmu Syifa! Tidak harus jualan produk, karna jasa pun bisa. Dan jasa tidak perlu modal budget melainkan cuma modal otak/tenaga doang.

Kalau impian bisa menghasilkan uang jutaan itu hanya mitos, inilah saatnya kamu mewujudkan cita-citamu. Keluarkan semua potensimu! Inilah saatnya kamu menemukan jati dirimu yang sebenarnya.

Kamu siapa?

Jujur sampai saat ini aku masih belum mengetahui potensiku ada dimana? Minatku apa? Aku siapa?

Nanti malam, aku akan berangkat ke kampus. Tidak perlu bawa barang banyak-banyak. Toh kalo bawa barang suruh ditinggal di kampus ntar.

Kalo biasanya aku diem, sangat diem. Besoklah saatnya aku dipaksa untuk ‘berbicara’. Nggak berbicara nggak dapet peluang. Nggak dapet peluang nggak dapet uang. Nggak dapet uang nggak bisa makan dan pulang. 😦

Mungkin CHALLENGE akan mengajarkan kita untuk mengenal siapa kita. Karna di challenge ini kita dituntut untuk mengetahui potensi diri masing-masing, yang bisa diterapkan pada bisnis yang sebenarnya.

Bisnis yang bagus itu kerja tim. Bekerja sesuai bidang masing-masing. Bukannya CEO(Chief Everything Officer), melakukan semuanya sendiri. Bisnis tidak seperti itu.

Alumni mengatakan, mereka bahagia dengan city challenge yang diadakan kampus di luar kota. Karena berkat challenge itu mereka jadi punya pondasi saat tiba-tiba mereka mendapat tugas di luar kota sendirian. Dengan challenge kita akan mampu bersyukur ketika kita telah mempunyai apa-apa karna pernah merasakan saat tidak mempunyai apa-apa.

Berkat challenge pula lah, mereka mempunyai ‘cerita’ yang bisa diceritakan kepada anak cucu mereka. Karna nyatanya kuliah itu tak semonoton yang orang lain pikirkan. Melainkan penuh tantangan yang mengharukan.

Jadi teringat lagu kebangsaan Umar Usman:

Umar Usman kampusku tercinta…

Tempat ditempa jadi pengusaha…”

Itulah cuplikan mars Kampus Umar Usman yang diperdengarkan sejak pertama kali memasuki perkuliahan di Kampus Bisnis Umar Usman.

Saat pertama kali aku tertarik dengan Umar Usman, yang pertama kali diceritakan oleh temanku yang sekarang menjadi fasilitator adalah…ya ‘city challenge’nya. Tapi uniknya bukannya takut malah penasaran. Dan nekat resign dari kampus pertamaku demi kuliah di UU. Mungkin memang dari lahir aku suka dengan hal-hal nekat.

Tapi…Seberat apapun tantangannya…Aku tetap mencintai kampusku. ^ ^

Jakarta, 27 Januari 2019 (16.05)

 

Memusnahkan Keranjang Pakaian Kotor

keranjang
Hanya contoh dari Google. Aslinya warna ungu dan sudah dimusnahkan.

Akhir-akhir ini saya mempunyai hobi baru.

Yaitu…Bersih-bersih ketika libur kuliah.

Mulai dari mencuci pakaian setiap kali mandi pagi ketika libur kuliah.

Semenjak jadwal kuliah di hari Senin-Rabu yang sangat amat padat saya tak memiliki kesempatan lagi untuk meluangkan waktu mencuci baju. Karena khusus di tiga hari yang amat spesial itu saya hanya ingin FOKUS BELAJAR dan berpikir bagaimana caranya saya bisa menghasilkan uang untuk setoran profit di kampus tercinta.

Entah sejak kapan saya seperfectionist ini. Ketika bersih-bersih ya harus totalitas. Semua dibersihkan. Mulai dari ranjang, lemari, lantai semua harus bersih. Bahkan kolong ranjang pun tak jarang disapu dan dipel karena sangat sering berdebu.

Untuk mencuci, dulunya saya berfikiran, tak semua baju harus dicuci. Boleh ditaruh keranjang dulu. Takutnya lemari ga muat. Tapi sekarang, saya suka mencuci baju rutin mulai dari kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Ga harus banyak. Yang penting rutin. Awalnya sangat tersiksa ketika harus dipaksa mencuci baju. Apalagi mencuci sprei, mukena, rok jeans, yang sangat berat sekali dicucinya begitu kena air. Tapi lama kelamaan saya mulai menikmati aktivitas sederhana ini. Ada kepuasan tersendiri ketika pekerjaan telah rampung dan, ‘tidak ada sehelai kain pun tersisa di keranjang baju kotor’. Hehe

Dengan luas kamar yang sangat minimalis ini saya harus pintar-pintar meletakkan barang agar kamar tetap leluasa dan tidak terasa sempit. Saya pun juga mengurungkan untuk mencari teman sekamar, karena memang yaa…Tempat yang sangat terbatas.

Saya pun mempunyai ide, bagaimana kalau keranjang baju kotor dimusnahkan saja?? Soalnya udah jelek banget keranjangnya. Bolong-bolong. Mungkin usianya udah satu tahun sejak dibeli. Jadi ketika ada baju kotor langsung masukkan ember saja dan langsung dicuci ketika mandi.

OKE BERES! Mulai berkuranglah benda yang membuat kamar ini menjadi lebih luas. πŸ™‚ Tapi seberapapun luas kamar saya, saya harus tetap bersyukur masih memiliki tempat tinggal yang sangat nyaman. Karena di luar sana ada banyak sekali orang yang bahkan tidurnya saja beralaskan bumi beratapkan langit.

Intinya itu aja sih. Harus tetap bersyukur dengan kondisi yang sekarang dipunyai agar tetap bahagia. Karena kebahagiaan saya tidak diukur oleh harta maupun omongan para netizen, melainkan saya sendiri yang menentukan.Β  πŸ™‚

Jakarta, 26 Januari 2019 (09.05)

Lirik Lagu Bagai Langit dan Bumi-Via Vallen

langit
Artis: Via Vallen
Album: Best of Via Vallen
Release: 2018
bagaikan langit dan bumi aku dan engkau
selamanya takkan pernah bisa kan bersama
sadar ku siapa yang tak pantas untuk
bersanding denganmu
usaplah air matamu, relakan diriku
bukan maksud hatiku tuk melukaimu
tapi karena tak ada restu dari orang tuamu
setulus dalamnya rasa cintaku
tak cukup meyakinkan hati orang tuamu
sadar derajat harta yang ku punya
tak sebanding denganmu
ikhlaskan aku sudah ikhlaskan
terima saja wanita yang dipilihkan
biar ku simpan saja rasa ini di dasar hati
bagaikan langit dan bumi aku dan engkau
selamanya takkan pernah bisa kan bersama
sadar ku siapa yang tak pantas untuk bersanding denganmu
usaplah air matamu, relakan diriku
bukan maksud hatiku tuk melukaimu
tapi karena tak ada restu dari orang tuamu
setulus dalamnya rasa cintaku, tak cukup meyakinkan hati orang tuamu
sadar derajat harta yang ku punya tak sebanding denganmu
ikhlaskan aku sudah ikhlaskan, terima saja wanita yang dipilihkan
biar ku simpan saja rasa ini di dasar hati
setulus dalamnya rasa cintaku, tak cukup meyakinkan hati orang tuamu
sadar derajat harta yang ku punya tak sebanding denganmu
ikhlaskan aku sudah ikhlaskan, terima saja wanita yang dipilihkan
biar ku simpan saja rasa ini di dasar hati
biar ku simpan saja rasa ini di dasar hati
Asli lagu ini sedih banget. T_T
Kalau menurut aku, dibanding original songnya, lebih suka versi cover Dimas Gepenk. πŸ™‚ Bagaimana denganmu?
Jakarta, 25 Januari 2019 (14.43)