Di Balik Kesuksesan Pak Bobby

“Untuk menghasilkan karya yang luar biasa, lakukanlah apa yang kamu sukai”-Pak Bobby

photography of a person pointing on something
Photo by Lukas on Pexels.com

Kalau melihat kehidupan Pak Bobby…Ya Allah. Pertemuan yang sangat singkat tapi mampu membuatku merenung berjam-jam bahkan berhari-hari.

Ini bukan alay. Tapi memang, ilmu yang disampaikan beliau sangat mahal. Eksklusif hanya untuk kami bertiga. Tiga mahasiswa dekil yang sedang belajar untuk kaya kepada orang kaya.

Tak pernah terfikirkan sedikitpun untuk magang di sana. Justru aku ingin magang di tempat yang sangat jauh. Yaitu di Bandung. Aku pernah menuliskannya di sini. Tapi ternyata, Allah menakdirkanku untuk magang di sana.

Secara sekilas, Pak Bobby tampak seperti seorang pria yang workaholic. Suka bekerja dan suka kesibukan. Hari-harinya disibukkan untuk bekerja, beribadah dan berdakwah. Kata orang, “Pak Bobby luar biasa ya. Pekerja keras. Suka sibuk, dan lain-lain”. Tapi kata Pak Bobby, beliau sama sekali tak keberatan dengan pekerjaannya. Karena beliau begitu menikmatinya. Tak pernah kutemui Pak Bobby dengan wajah yang muram dan suka mengeluh. Justru sebaliknya, Pak Bobby orang yang sangat riang dan ramah kepada semua orang. Seperti seorang manusia tanpa masalah. Nggak heran kalau omzet beliau sudah mencapai milyaran rupiah. Ternyata ini kuncinya!

“Cintai apa yang kamu lakukan. Temukan passionmu. Kalau kamu tekun, tinggal tunggu waktu saja kesuksesan akan menjemputmu.”

Setelah itu aku manggut-manggut faham. Ternyata, bekerja full time di sebuah perusahaan, traveling kesana kemari untuk pertemuan dengan para client, adalah beberapa pekerjaan yang sangat beliau sukai. Malah kalau beliau tidak melakukan itu beliau akan merasakan sakit.

.

Jakarta, 7 Februari 2019(14.20)

Iklan

Tempat Magang Terbaik

18-office-park-tb-simatupang.jpg

Kalau di tempat lain magangnya hampir setiap hari dan diberi banyak tugas layaknya karyawan, tidak dengan PT Genesis Indojaya. Jangankan diajarkan perihal teknis, tapi yang Mr Bobby utamakan adalah pembelajaran tentang Mindset Pengusaha Muslim, Leadership, dan Teamwork.

Aku fikir, ketika magang kami akan bekerja full time di sebuah perusahaan, bantu-bantu apapun yang bisa kami bantu layaknya pembantu. Tapi nyatanya tidak. Karna kami benar-benar diperlakukan layaknya seorang Entrepreneur. Kami lebih diajarkan tentang mindset seorang pebisnis(baca:boss), tentang leadership, dan juga bagaimana membangun tim. :’)

Padahal, andaikan dipekerjakan seharian full aku siap. Ternyata magang part time. Selebihnya kami dituntut untuk belajar sendiri. Karena belajar itu wajib. Tidak harus di kampus, tidak harus di tempat magang, tapi dimanapun, dan kapanpun.

.

Jakarta, 7 Februari 2019(13.37)

Magang Ternikmat

meeting-room

Hari ini tepat hari keduaku magang.

Kesan pesanku hari ini…

Ternyata magang properti itu ga seseram yang aku bayangkan sebelumnya. Justru, sangat menyenangkan sekali haha. Bagaimana tidak, datang ke sebuah gedung bertingkat yang sangat megah, dimana ketika mau naik lift tinggal tap-tap kartu saja. Sampai ruangan meeting langsung disambut oleh pegawai dan menyajikan secangkir minuman hangat untuk menemani pertemuan kita kali ini. Aku rasa…Mungkin inilah yang dinamakan, “Magang Rasa Meeting“. :’)

Di sana kita belajar tentang banyak hal. Tidak melulu properti. Bahkan tentang properti belum pernah dibahas sama sekali. 

Mr Bobby adalah orang yang pandai bercerita. Beliau juga orang yang sangat sholeh. Setiap kali meeting kami selalu mendapat pencerahan tentang akhirat. Beliau menekankan, “Utamakanlah akhirat…akhirat…dan akhirat. Karena kalau ketika kau utamakan akhirat, maka Allah akan memudahkan segala urusanmu.”

Intinya, apapun yang kamu lakukan di dunia, niatkan untuk akhirat. Niatkan agar Allah cinta dan memasukkanmu ke dalam surga Firdaus.

Kalau yang berkata adalah orang seperti Mr Bobby, aku benar-benar percaya kalau apa yang dikatakannya adalah benar adanya. Karena Mr Bobby sudah membuktikan kekuasaan Allah kalau kita mengutamakan-Nya maka urusan kita akan dimudahkan. Masyaallah. Jangan ditanya berapa gaji beliau saat ini. Pasti besar sekali.

Yang paling mengejutkan, kami hanya mengadakan pertemuan 2-3x dalam seminggu. Dan setiap pertemuan hanya 2 jam saja karna beliau orang yang sangat sibuk tapi tetap meluangkan waktu untuk menebar kebaikan.

.

Jakarta, 7 Februari 2019 (13.15)