Solusi Mengatasi Sifat Boros

photo of two teal and pink leather crossbody bags
Photo by Moose Photos on Pexels.com

Suka membeli ini itu yang sebenarnya tidak dibutuhkan? Sulit menahan diri untuk tidak membeli sesuatu? Bingung bagaimana cara berhemat yang powerfull? Pas bangett! Baca tulisan ini, semoga menginspirasi ya teman-teman!^ ^

.

.

Sedikit cerita, dulu aku adalah orang yang sangat boros. Setiap melewati pusat perbelanjaan, ada saja benda yang ingin dibeli. Tapi sekian waktu berselang aku melatih diriku untuk tidak menuruti apa yang aku inginkan. Aku cuma harus bersabar. Lama-lama, aku menjadi terbiasa untuk tidak menuruti nafsuku.

Aku hanya membeli barang-barang yang memang benar-benar aku butuhkan. Bahkan, untuk sekedar membeli semangkuk bakso pun aku harus berfikir matang-matang sampai 1000x. Ini bukan lebay, tapi aku selalu selektif dalam memutuskan untuk membeli atau tidak. Kalau bisa ditunda, kenapa harus beli sekarang? begitu fikirku.

Aku biasanya menulis di buku tentang beberapa barang yang ingin kubeli. Lalu kuurutkan berdasarkan skala prioritas. Setelah itu aku pertimbangkan matang-matang, aku bertanya kepada diriku sendiri, “Apakah aku benar-benar membutuhkan ini??”

Karena aku sadar, sifat dasar manusia adalah tidak pernah puas. Apalagi perempuan. Paling hobi kalo belanja ini itu. Hmm, ya…Dulu ketika belum tahu bagaimana rasanya mencari uang sendiri aku dengan mudahnya membeli ini itu. Aku sangat boros. Aku juga mudah tergiur untuk membeli sesuatu cuma karena barang itu lucu. Bukan dari segi manfaatnya atau memang sedang dibutuhkan. Tapi sekarang…Aku berusaha untuk sehemat mungkin agar mempunyai tabungan untuk masa depan kelak. Jarang jajan, jarang makan, jarang jalan-jalan, demi masa depan yang lebih baik. Aku tidak boleh menghambur-hamburkan uang di masa muda. Masa mudaku harus kuiisi dengan kegiatan yang produktif agar aku bahagia di masa tua kelak. Aamiin.

Untuk mengatasi sifat borosku aku tidak boleh menuruti hawa nafsuku ketika menginginkan sesuatu hal. Terkadang, karena terlalu lamanya aku berfikir sampai membuatku terlupa untuk membeli. Haha. Dan…Ya. Kalau setelah sebulan dua bulan masih ingat tentu saja aku sangat membutuhkannya!

Kalau untuk makanan, aku tidak akan makan sampai aku terasa lapar. Aku juga berhenti makan sebelum aku kenyang.

Aku tidak akan membeli suatu makanan kecuali aku benar-benar menginginkannya.

Hikmah dari menunda keinginan ini adalah, aku menjadi lebih menghargai dan bersyukur atas sesuatu yang kumiliki dan yang bisa aku beli. Semakin lama aku menunda, semakin bahagia ketika aku sudah mendapatkannya. Sama seperti puasa. Di siang hari kita harus bersabar menahan lapar, tapi hikmahnya kita akan menjadi orang paling bersyukur dan bahagia ketika sudah berbuka puasa. Ada satu quotes yang paling kuingat dari sebuah film berjudul, “Orang Kaya Baru”, seperti ini bunyinya:

“Sedikit itu cukup. Banyak itu kurang.”

Silahkan direnungkan sendiri dari kalimat di atas.^ ^

Semoga bermanfaat.

.

Jakarta, 14 Maret 2019 (18.43)

Iklan

Satu tanggapan untuk “Solusi Mengatasi Sifat Boros

  1. iya, seringkali kita merasa cukup untuk sedikit karena memiliki penghasilan sedikit, kalo sudah punya penghasilan sendiri, tiba2 aja gitu merasa punya banyak kebutuhan yg sebenarnya itu adalah keinginan yaa. semangat menghemat utk masa depan yg lebih baik.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s