Suka Duka Kuliah di Kampus Bisnis

Gedung-Baru-Kampus-Umar-Usman-Pejaten.jpg

Hai…Apa kabar semuanya?^ ^

Aku bener-bener nggak nyangka banget sekarang udah bulan April aja nih. Tanggal tua lagi. Itu artinya sisa 4 bulan lagi masa perkuliahanku di Kampus Bisnis Umar Usman. Huhu. Kira-kira setelah lulus mau ngapain yah? Kalau aku mau ngembangin usaha. Hehe. Selama ini mau fokus jalanin bisnis nggak bisa karena pada hari-hari tertentu harus masuk kuliah seharian full, belum juga ngerjain tugas yang bejibun sesuai yang ditargetkan sama kampus. Kalau masih kuliah tapi belum sukses itu wajar. Karena fokusnya masih terbagi. Yang penting tiap bulan lancar setoran profit aja. Hehe. Minimal 600rb/bulan selama semester dua. Doakan aku ya teman-teman! Ngejar target nih.

Btw hari ini aku mau sharing buat kalian yang baru mau memulai usaha dan pengen jadi pebisnis. Menjadi pebisnis itu tantangannya berat. Tapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Di sini aku belum menjadi mastah atau apapun. Karena masih banyak hal yang harus aku pelajari dan masih banyak yang belum aku tahu tentang dunia entrepreneur. Aku hanya menyampaikan apa yang udah aku tahu dan aku jalani selama berkuliah di Kampus Bisnis. Sayang kan kalo ilmunya berhenti di aku aja. Biaya kuliah nggak main-main loh. Nggak bermaksud sombong, tapi uang 34jt terlalu sayang kalau ilmunya cuman berhenti di aku aja.

Aku mungkin bukan orang kaya yang menganggap uang 34jt itu kecil. Tapi aku bersyukur banget bisa menjadi salah satu orang yang beruntung bisa kuliah bisnis karena biayanya itu mahal banget bagi orang desa seperti aku. Dan di situlah letak tantangannya. Tentang bagaimana aku komitmen dengan keseriusan aku. Mungkin aku sudah gagal di kampus yang sebelumnya. Dan aku harus berhasil di kampus yang sekarang. Harus menjadi mahasiswa terbaik dan punya bisnis yang bener-bener menghasilkan. Alhamdulillah meskipun bayarnya dicicil ada aja rezeki yang Allah kasih untuk bisa membayarnya. 🙂

Kuliah di kampus ini rasanya seperti mencari jati diri. Fasilitas coaching yang diberikan setiap dua minggu sekali membuatku merenung panjang tentang siapa aku dan dimana peran yang cocok untuk aku. Misalnya mau jadi produsenkah, mau jadi business owner kah, mau jadi penyedia layanan jasa tulis, jasa desain, jasa cetak, dll. Karena dunia entrepreneur itu luas. Kuliah di kampus bisnis ga melulu menuntut para mahasiswanya untuk menjadi business owner. Tapi kampus memfasilitasi para mahasiswanya untuk menemukan jati dirinya. Nggak harus jual produk, tapi jasa juga boleh.

Jasa internet marketing misalnya. Karena nggak semua kampus ada mata kuliah yang satu ini. Kebanyakan ilmu tentang internet marketing ada di sebuah seminar-seminar bukan? Dan kuliah di kampus ini rasanya kaya seminar bukan kuliah wkwk. Karena nggak jarang kampus menghadirkan para praktisi bisnis untuk mengajar di kampus. Misalnya Mas Jaya Setia Budi, kang Dewa Eka Prayoga, pak Agus Piranhamas, mas Ippho Santosa, dan masih banyak lagi.

Internet marketing pun banyak. Ada SEO, instagram marketing, whatsapp marketing, marketplace, dll. Di sini kita bisa milih nih. Mau memasarkan produk kita dimana? Biasanya tiap produk beda cara pemasarannya tergantung oleh siapa target marketnya.

“Menentukan produk dulu atau target market dulu?”

Pertanyaan ini mungkin sama susahnya dengan pertanyaan, “Siapa yang lebih dulu ada? Ayam atau telur?”

Tapi kebanyakan para praktisi bisnis lebih mudah menentukan siapa target marketnya. Lalu mencari apa masalah mereka, dan dari sini kita bisa menciptakan produk sebagai solusi dari masalah yang mereka punya. Insyaallah deh. Kalau sudah begini produk kamu lebih cepat terjualnya.

“Udah punya akun bisnis, postingan juga udah banyak, tapi kok follower cuman segitu-gitu aja? Rasanya daku lelah, mau ganti bisnis aja deh…”

Eeeh. Jangan. Haha. Kalau bisa, tentukan dari awal mau bisnis apa, kalau udah fix, baru deh jalani selama minimal 5 tahun. Kalau ternyata masih boncos, ya berarti kamu harus ganti bisnis. Hal itu juga yang aku terapkan dalam bisnis aku. Aku harus tentukan satu bisnis yang emang benar-benar aku mau komitmen. Kalau bisa jangka panjang deh. Sampe 10 tahun kedepan pun kalau bisa harus tentap menjalankan bisnis ini. Ga boleh ganti. Karena melanjutkan sesuatu yang sudah kita mulai itu jauh lebih mudah daripada memulai sesuatu yang baru.

Di awal-awal kuliah wajarlah gonta-ganti bisnis. Mulai dari jualan pulsa, kuota, makanan, produk kecantikan, apaa aja dijual. Palugada deh. Apa lu mau gua ada. Tapi di semester dua aku punya komitmen, bahwa aku harus punya bisnis jangka panjang. Fokus ke satu itu, Insyaallah nanti akan ketemu jalannya. Hal ini tentunya juga berkaitan dengan personal branding kita. Tinggal kitanya aja nih, mau dikenal sebagai apa? Bos pulsa kah? Bos duren kah? Bos parfum kah? Kalau kita fokus ke satu bisnis, Insyaallah ketika temanmu membutuhkan sesuatu, pasti ingatnya ke kamu. Karena biasanya sifat seorang teman akan jauh lebih percaya membeli kepada temannya sendiri daripada membeli sesuatu ke orang yang tidak dia kenal. []

Iklan

Satu tanggapan untuk “Suka Duka Kuliah di Kampus Bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s