Menggosok Gigi Saat Berpuasa, Bolehkah?

menggosok-gigi-saat-berpuasa.jpg

Bagi umat Islam yang beriman, Bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah yang sangat ditunggu-tunggu. Karena pada bulan inilah, Al Qur’an pertama kali diturunkan dan segala amal baik kita akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Di bulan ini umat Islam diperintahkan untuk berpuasa, dan menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Misalnya makan dan minum atau memasukkan segala sesuatu ke dalam 7 lubang yang ada dalam tubuh manusia. Lalu bagaimana dengan menggosok gigi saat berpuasa? Apakah menggosok gigi dapat membatalkan puasa?

Dilansir dari laman nu.or.id, Imam Nawawi dalam Majmu, syarah al-Muhadzdzab menjelaskan, “Jika ada orang yang memakai siwak basah, kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Demikian dijelaskan oleh al-Faurani dan lainnya. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 343).”

Dari penjelasan di atas kita bisa memahami bahwa memakai siwak/menggosok gigi tidak akan membatalkan puasa, kecuali bulu siwak, air, pasta gigi yang kita gunakan tertelan baik sengaja atau tidak disengaja.

Akan lebih baik jika kita menggosok gigi segera selepas sahur (sebelum imsak) untuk menghindari hal-hal yang membuat was-was tersebut. Kalau memang mengharuskan untuk mengggosok gigi, gunakan sedikit pasta atau cukup dengan menggosok gigi tanpa pasta lalu berkumur.

Beberapa ulama mengatakan, bersiwak di zaman dahulu sama halnya dengan menggosok gigi di zaman sekarang. Meskipun orang yang memakai siwak sampai sekarang masih tetap ada, keduanya sama-sama memiliki fungsi untuk membersihkan mulut. Beberapa dari mereka ada yang mengatakan mubah, ada juga yang makruh. Berikut hadistnya…

  1. Mubah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhori dan Muslim)

2. Makruh

“Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur,” (Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, cetakan Al-Maarif, halaman 195).

Menggosok gigi saat puasa, utamanya tengah hari dianggap makruh karena ditakutkan air/pasta yang digunakan tertelan ke dalam kerongkongan. Namun selama diyakini tidak tertelan, maka menggosok gigi diperbolehkan. Pendapat lain disampaikan oleh Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam bukunya Is‘adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq:

“Bagi orang berpuasa, makruh bersiwak setelah zhuhur berdasarkan hadits, ‘Perubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Kiamat daripada wangi minyak misik,’” (Is‘adur Rafiq, cetakan Al-Hidayah, halaman 117).

Wallahua’lam bis showab.

Semoga bermanfaat ya.❤

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi 30 Day Ramadhan Blog Challenge yang diadakan oleh @bloggerperempuan.

.

With love,

📌 Jakarta, 🗒15/05/2019~10 Ramadhan 1440H

Iklan

Satu tanggapan untuk “Menggosok Gigi Saat Berpuasa, Bolehkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s