Ini Kisah Pertama Kali Kenal Sampai Mau Menikah

Entah terkompori kajian pra-nikahnya mas Ippho Santosa atau apa, aku pun menjadi sesemangat itu untuk menggalakkan nikah di usia muda dibanding pacaran sebelum menikah.

Lelah dengan siklus percintaan yang begitu-begitu aja, aku, di usia 21th memutuskan untuk melepaskan masa lajangku.

Coba bayangkan. Lelah ngga sih dengan siklus ketemu-pdkt-pacaran-putus-nangis-patah hati abis itu ketemu orang baru lagi, pdkt lagi, trus pacaran, eh ujung-ujungnya putus lagi. Yhaa….Gitu aja terus sampe negara api berhasil menyerang.

Kalo difikir secara logika, ngapain sih menghabiskan waktu bersama orang yang belum tentu jodoh kita? Ngga penting banget. Coba deh pikirin perasaan jodoh kamu nanti kalau misal tau kamu pacaran dengan orang sebelum dirinya? Melakukan ini dan itu, ke sana dan ke situ bersama, bagaimana? Sakit bukan? Memang sih, semua orang berhak dan pasti mempunyai masa lalu. Tapi bukankah lebih baik kita sibuk mempersiapkan diri agar menjadi istri/suami idaman untuk jodoh kita nanti?😊

Sebelum bertemu dengannya, aku sempat membuat CV ta’aruf. Barangkali suatu saat bisa berta’aruf dengan seseorang. Tapi belum sempat CV itu terisi seutuhnya eh udah dipertemukan, wkwk.

Pertama kali kenal, ada tanda-tanda mulai pdkt gitu kan. Aku, dengan polos dan percaya dirinya nanya, “Mas? Udah siap nikah? Mau ga nikah sama aku?”

Entah kenapa pertanyaan itu tiba-tiba tercetus begitu saja. Aku merasa jadi orang paling bego sedunia. Bisa-bisanya aku mempertanyakan itu. Hahaha. Kemana harga diriku. Eh, tapi katanya wanita yang mengajak menikah duluan adalah orang yang mulia. Sebut saja bunda Siti Khadijah. Beliaulah yang terlebih dahulu mengajukan diri untuk ta’aruf kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. CMIIW.

Jujur aja, sejak pertama kali bertemu dengannya pada tanggal 2 April 2018, aku, ‘entah dapet bisikan dari mana’ aku percaya dia jodoh. Lalu pertemuan singkat itu aku tuliskan dengan detail di blog ini, dan karena ga mau dibaca orang akhirnya aku pindah ke aplikasi catatan hp.

Dan uniknya, kami ngga ada kata pacar-pacaran misal, “Eh, kita pacaran ya.”. Ngga ada. Tapi yang ada, “Kalau kita cocok, tahun depan kita nikah ya. Setelah kamu wisuda.”

Sampai sekarang aku masih ga percaya aja. Ternyata orang yang dulunya kukira jodoh akan nikah sama aku beneran. Bahkan tinggal menghitung hari lagi untuk akad.

Tiket ke kampung udah dipesan, undangan udah disebar. Barang-barang seserahan sudah lengkap dibeli. Dekor, panggung, baju pengantin, MUA, katering, dan lain-lain udah di-dp. Benar-benar luar biasa kuasa-Mu ini Ya Allah.😢 Aku ga menyangka akan menikah secepat ini. Persiapan nikah Jakarta-Tulungagung cuma 2,5 bulan kalo dipikir secara logika itu rasanya benar-benar tidak masuk akal.[]

3 tanggapan untuk “Ini Kisah Pertama Kali Kenal Sampai Mau Menikah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s