Gadis Penjual Pancake Durian: Selegit Cinta di Pancake Durian

kiana-pancake-durian

Aku jadi teringat tentang sebuah dongeng yang berjudul, “Gadis Penjual Korek Api”.

Aku? Ya, seperti itulah. Mirip-mirip. Bedanya aku menjual pancake durian. Meskipun aku belum bisa membuat pancake durian, untuk menjadi pengusaha pancake yang sukses ga harus bisa bikinnya dulu kan? Buktinya kami bisa menghasilkan uang jutaan rupiah dari jualan pancake tanpa tahu bagaimana proses pembuatannya wkwkw. Itulah the power of internet marketing. Hahaha.

Kalau kata Mas Ippho Santosa, cara terbaik untuk memulai bisnis adalah belajar bagaimana cara jualannya dulu. Setelah marketnya terbentuk, belajar bagaimana cara membangun tim dan sistem yang baik. Setelah bisnis kita membesar baru kita bisa belajar bagaimana cara membuatnya dan bisa produksi sendiri dari rumah. Itupun kalo berminat menguasai cara membuatnya. Kalo nggak juga nggak perlu dipaksakan kok.

Dulunya aku sama sekali tak berfikiran untuk berbisnis pancake.

Hingga akhirnya aku bertemu dia, dan dia mengajakku untuk berbisnis produk makanan legit yang satu ini.

Haha.

Terima kasih pancake, kamu telah menyatukanku dengan si dia.

Bisnis ini masih baru banget. Baru berjalan 1 bulan. Dulunya aku suka gonta-ganti bisnis. Palugada-lah istilahnya. Apa lu mau, gua ada. Lalu mas Ippho pun menyadarkanku dalam sebuah seminar di Kampus Bisnis Umar Usman. Katanya, semakin kita fokus maka semakin cepat juga kita sukses. Ibarat sebuah segitiga, semakin fokus tujuan kita, maka terbentuklah garis segitiga terbalik. Kalau fokus kita banyak, maka segitiga kita akan tumpul.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:

segitiga-peirce1

Semakin kita fokus, maka segitiga yang terbentuk akan semakin bagus.

Ada pepatah mengatakan, “If you want to be excellent, you need 10th years to do it

Ya. Kita butuh waktu 10 tahun lamanya untuk menjadi ahli dalam suatu bidang. Jadi, fokuslah.

Pada seminarnya beliau, kebetulan aku ditanyai tentang fokusku saat ini. Yang kepikiran saat itu hanya dua: Bisnis Travel dan Pancake. Padahal aku juga jualan masker, pulsa, tiket, paket data. Huahaha. Apa aja dijual.

Saat ditanyai, aku jadi tak punya pilihan lain. Mau tak mau aku harus memilih. Seluruh mahasiswa di ruangan itu saksinya. Dan aku pun memilih pancake.

Logikanya, kalo ngurus satu bisnis aja ga becus gimana mau banyak?? Ya nggak?

Aku sadar aku bukan seorang anak yang ahli jualan. Aku ga punya skill berbicara yang bagus dengan orang, bagaimana bisa jualan??

Dan, Alhamdulillah. Aku bersyukur banget. Bisnis yang kurintis dengan dia bisa berjalan satu bulan ini. Bahkan dari profitnya bisa digunakan untuk membuka rekening. Karena kami tahu kapasitas kami masing-masing. Aku ahli banget kalo perkara tulis menulis, jadi, aku memutuskan untuk menjadi bagian notulen dan internet marketing. Sedangkan dia karena pintar berbicara, dia menjadi personalia.

Aku benar-benar menyadari. Seandainya nggak ada dia, mungkin bisnis ini nggak akan jalan. Karena kemampuanku terbatas. Aku butuh orang lain untuk melengkapi kekuranganku ini. Hehe.

Aku pernah ditanya sama dia, “Kamu tahu nggak apa fokus kita saat ini?”

“Jualan?”

“Bukan. Fokus kita itu adalah mencetak uang yang bisa kita gunakan untuk nikah.” katanya sambil tersenyum manis.

WKWKWKW.

Iya juga sih. Goal daripada ini adalah nikah kan?

Dan aku seneng banget akhirnya jadi juga rekeningnya, meskipun pakai nama pribadi tapi seenggaknya nggak akan tercampur dengan uang pribadi. Dan dari profit itu bisa kita putar lagi uangnya untuk modal.

Agar mudah dalam proses pemesanan, aku juga akan mendaftarkan m-bankingnya. Biar ga usah bolak balik ke ATM. Kalau ada transferan masuk kita juga bisa mengeceknya dari hp kita. ๐Ÿ™‚

Kami juga membuat grup khusus di WA. Ya, meskipun anggotanya baru dua orang, tapi penting untuk menyimpan data penjualan/marketing agar tidak tenggelam oleh chat.

Selain itu kami juga membuat perjanjian hitam di atas putih. Agar semuanya jelas, tidak ada dusta di antara kita. Wakaka. Kadangkala kami meeting di suatu tempat untuk merencanakan strategi penjualan dan evaluasi bisnis.

Satu lagi yang ga kalah penting!

Aku juga membuatkan laporan keuangan di Excel. Dan selalu ku update laporan ini setiap kali ada transaksi. ๐Ÿ™‚

Kenapa Laporan Keuangan penting banget?? Tentu saja! Agar kita bisa mengukur, apakah bisnis kita ini sehat atau tidak. Jangan hanya profit aja yang dikejar. Profit yang besar belum tentu sehat. Perhitungkan juga berapa uang yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis ini. ๐Ÿ™‚ Hehe.

pancake-durian-jumbo-satuan
Hasil foto produk di kelas fotografi Kampus Bisnis Umar Usman

 

 

Iklan

Cara Menghitung Kekayaan yang Tepat adalah dengan Menghitung Berapa Passive Incomenya

Source Pict: pexels.com

Di keluargaku, aku tak pernah sekalipun diajari bagaimana cara mengelola keuangan. Tugas aku sebagai pelajar ya belajar. Itu doang. Di sekolah hanya belajar teknis. Tidak dengan kecerdasan finansial.

Syifa. Di sekolah belajar yang rajin ya. Biar kelak bisa cari uang.” Itulah doktrin yang ditanamkan oleh orangtuaku dari dulu. Kuliah tinggi dan melamar pekerjaan, lalu mendapat posisi yang bagus di perusahaan ternama.

Yah, aku sebenarnya hanyalah seorang perempuan desa yang beruntung bisa hidup di Jakarta. Aku merasa bersyukuur sekali bisa menuntut ilmu di ibu kota. Alhamdulillah. Karena banyak sekali yang aku dapatkan di sini.

Terutama tentang kebebasan.

Merantau membuatku lebih dewasa.

Merantau membuatku lebih mandiri.

Dari segi finansial, di keluargaku sebenarnya sedang dilanda kekacauan. Orangtuaku baru saja ketipu ratusan juta rupiah gara-gara trading di internet(B**c**n). Udah begitu uangnya hasil ngutang di bank.

Dalam kondisi yang seperti itu, aku ingiiin sekali bisa mandiri, bisa membantu mereka, aku memaksa diri aku untuk bisa menghasilkan uang. []

Ya, Insyaallah segera.

Aku harus bisa jadi pengusaha!

Pengusaha itu, bisa membuat uang bekerja untuk mereka. Bukan malah sebaliknya! Ini aku ga ngomongin MLM ya. Wkwkw.

Kebanyakan orang, kuliah tinggi-tinggi, jadi sarjana, lalu melamar pekerjaan dan mendapat gaji besar.

Apakah itu yang sebenarnya kuinginkan?

Tidak!

Karena aku ingin menjadi pengusaha. Aku tak mau bekerja banting tulang untuk mendapatkan uang. Aku gamau bekerja untuk uang. Aku gamau diperbudak oleh uang! Tapi uanglah yang harus bekerja untuk saya!

Pengusaha itu, bisnisnya jalan, ownernya jalan-jalan sambil jualan. Wkwkw.

Sebelum terjun ke masa itu aku sibukin diri aku untuk terus belajar dan belajar di Kampus Bisnis Umar Usman. Aku berhak dong, bawel soal bisnis aku, nanya-nanya sepuasku untuk perkembangan bisnis aku? Aku itu sudah bayar mahal untuk kampus. 34jt! Bayangin. Nah, sekarang gimana caranya agar kampus bisa menghasilkan uang untuk aku?

Loh, emangnya bisa?

Gimana caranya??

Kebetulan di kampus ada sebuah koperasi tanpa pegawai. Tempatnya di sudut, di lantai 3. Dekat musholla.

Aku sebenarnya heran juga gitu. Kok bisa sih, orang jualan tapi yang jualan ga nampak?? Ntar kalo ada yang ga bayar gimana??

Tapi Alhamdulillah udah bertahun-tahun berjalan tapi koperasi itu tidak pernah tutup. Itu berarti, anak Umar Usman jujur-jujur dong. Aamiin.

Alhamdulillah, ini jualanku. Coba tebak? Apa itu?

Pancake Durian??

Ya, benar sekali. ๐Ÿ™‚

Awal mula aku jualan ini gagal. Aku order pancake durian mini yang satu box isi 18. Dan, sungguh malang nasibnya. 23 hari masih belum habis-habis! Padahal aku ngambil untung ga sampai 500 perak/pcs. ๐Ÿ˜ช Berarti ada yang salah.

Setelah kejadian itu aku langsung bertanya-tanya, konsultasi dengan 3 alumni sekaligus! Waw! Sungguh lega sekali rasanya telah berkonsultasi. Aku juga disemangatin.

Fasilku, Miss Mar’ah dengan tegas mengatakan kepadaku kalau, Pancake Durian Jumbo seharga 13rb-15rb itu laku dijual di Umar Usman. Aku berterima kasih sekalilah pokoknya huhuhu. Tanpanya aku ga percaya diri jualan pancake di kampus.๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Karena aku orangnya pendiam ya, jadi aku memilih peruntungan aja jualan di koperasi kampus. Aku bisa tetep kuliah dan uang mengalir. Widiiih, asik sekali ya keliatannya kek gitu. Hehehe.

Dari hasil jualan pancake durian mini aku telah belajar banyak hal. Inilah hasil evaluasiku selama hampir sebulan:

1. Pancake nya terlalu mini. Jadi kalo dijual 5rb itu terlalu mahal, dan keuntungan pun sedikit karena sewa tempat itu dikenai 1K/pcs.

2. Saking mini nya nih, temen-temenku banyak yang ngga tau ada pancake durian di situ. Habisnya cuman sekelumit di antara lautan eskrim AICE yang harganya murmer itu. Es krim AICE aja nih, yang seukuran pancake harganya cuman 2.500/pcs. Jelas kalah sainglah๐Ÿ˜Œ

3. Diikira produk illegal. Karena di situ ada tulisan tidak boleh meletakkan sesuatu di freezer selain AICE. Bahkan ada kecaman di selembar kertas dari seorang mahasiswa misterius yang menunjukkan kalo di freezer tuh gabole naro produk lain. Hmm…Gemeteran si bacanya. Langsung aku buang deh kertasnya. Terus aku bilang ke pihak kampus. Alhamdulillah aku dibelain.

4. Perpancake nya butuh kemasan biar bisa dibawa pulang. Jadi jangan jualan yang box-box an itu. Mending jual yang satuan.

Dari berbagai kendala itu, akhirnya ini solusinya:

1. Aku mencari produsen pancake terenak dan yang bisa kasi harga cincai sampai ketemu!!!

2. Setelah ketemu, first order cuma 20 dulu untuk melihat respon masyarakat. Ga mungkin kan, aku jualan sesuatu yang ga dibutuhkan masyarakat setempat?

3. Aku bikin woro-woro di snap WA. Kalo pancake ku itu legal dari kampus. Aku bahkan share bukti screenshootku ketika meminta izin kepada pihak kampus. Sebelumnya juga ada yang protes apakah itu legal.๐Ÿ˜ค

Lah kok dibolehin sih? Katanya gaboleh naro produk selain AICE?

Tapi Alhamdulillah boleh. Kalo aku jualan di situ dan laku keras, bukannya pihak kampus juga yang untung? ๐Ÿ™‚ Aku bayar sewa loh. Per pcs lagi. Semakin banyak yang terjual maka kampus akan mendapat margin share yang besar pula.

Sampai sini aku mulai paham, bisnis itu kaya gimana sih??

Bisnis itu ya, kamu harus tahu kapasitasmu ada dimana. Mau jadi produsen, marketer, atau reseller ya itu sah-sah aja. Terserah kamu. ๐Ÿ™‚

REBORN

Dulu dia pernah ada. Aku bangun dengan penuh cinta. Dan karena sebuah insiden @kianatravelid yg followersnya udah 2000 lebih aku hapus dari instagram. Sekarang aku mau bangun kedekatan dengan @kianatravelid lagi. Baek2 yaa. Jangan marahan lagi๐Ÿ˜ข

Yeay. Sekarang Kiana Travel telah lahir kembali. Dan si doi mau bagi-bagi voucher kemitraan mulai dari Rp500.000 s/d Rp2.000.000 lhoo. Stay tune terus yaa๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š