Aku, Kamu, dan Kenangan

Suatu sore di parkiran sebuah mall yang ada di Jakarta Pusat…

“Syif, ada yang ketinggalan nggak?”tanyanya

“Nggak kok”

“Ada”dia membantah, sambil melajukan motornya ke arah pintu keluar

“Apa?”

“Kenangan”

“Duh…#@&&%!*^*^%&&$%&” speechless deh.

“Hahahaha” lalu kita pun tertawa lepas. Melepaskan segala beban pikiran yang menumpuk di kepala selama beberapa minggu terakhir ini.

.

ITC, 2 Maret 2019 

Iklan

Posesif?

Perasaan semacam takut kehilangan dan cemburu yang berlebihan.

Sebenarnya baik ga sih posesif itu?

Kalau itu merugikan diri kita sendiri ya ga baik.

Aku baru tahu kalo selama ini aku itu orangnya posesif.

Ya kamu paham gak sih, posesifnya orang introvert itu gimana?

Menyiksa banget. Seharusnya aku percaya sama dia. Dan perkara yang tidak kusukai seharusnya aku bicarakan baik-baik sama dia.

Itulah salah satu penyebab kenapa aku putus dengan mantan-mantan aku. Hanya karena aku cemburu dengan orang yang dekat dengan si dia, dengan semudah itu aku mengucap kata PUTUS.

Solusinya gimana?

Ya, jangan pacaran.

Eh, aku ga pacaran loh ama si doi yang sekarang. Tapi kami mempunyai komitmen untuk nikah. Dan, ga nyangka aja. Udah 6 bulan lebih deket, dan bisa bertahan sampai sejauh ini.

Aku yakin dia telah dewasa, dan aku telah dewasa. Ayolah, jangan bertingkah kekanak-kanakan lagi. Kalo serius ya serius. Jangan pas lagi sayang-sayangnya malah ditinggal pergi .🙊Menurut aku itu kekanak-kanakan banget sumpah.

Aku merasa, dia ini milik aku seutuhnya. Dan ga boleh ada satupun perempuan yang deket sama dia. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, kok aku egois ya?

Sebelum kami bertemu aku punya duniaku sendiri, dia punya dunianya sendiri. Jangan sampai setelah kenal aku dia kehilangan dunia yang dia punya sebelumnya.

Seharusnya aku juga percaya sama dia. Kalo dia akan setia. Kadang kocak juga aku tanpa sadar suka ngecek-ngecek isi hpnya dia, ngecek tasnya dia, dompetnya dia(padahal ga ada apa-apa), loh kok…

Padahal dia aja ga sebegitunya sama aku. Dia ga pernah securiga itu sampai harus mengoprek-oprek isi hp aku, dan lain sebagainya.

Aku tahu dia cemburu ketika aku dekat sama cowo lain, tapi dia ga pernah mengakuinya. Dia juga mengizinkan aku chat dengan siapa aja.

Terima kasih atas kepercayaannya.❤

Beda

Ah. Kamu telah menghancurkan mimpi-mimpi indahku.

Aku tahu, mungkin kita tidak jodoh. Duniaku dan duniamu berbeda. Jangankan dunia, dari segi wajah aja berbeda. 🙊 Kan kalo jodoh katanya mirip. Ups.

Setelah kau lontarkan apa visi misi pernikahanmu sekejap itu pula kau telah menghancurkan mimpi-mimpi indahku.

Jangan.

Jangan jatuh cinta.

Aku harus mewujudkan mimpi2ku. []

Mungkin Kamu Jodoh

Aku saat ini belum menyukaimu.

Enggak tahu kalo besok.

Aku tahu, jodoh nggak bisa dipaksakan.

Pertama bertemu denganmu, aku berfikir dunia kita berbeda. Aku tidak tahu kita ‘klik’nya dimana.

Pertama bertemu denganmu, aku berfikir kita jodoh. Tapi setelah seharian bersama denganmu, aku berubah fikiran. Aku tidak tahu kita klik nya dimana. Bahkan ketika kamu berbicara aku merasa ga nyambung kamu bicara apa.

Tapi mungkin hari ini berbeda.

Kenapa ya, kok kamu jadi romantis..

Semakin kamu berpegang teguh sama prinsip2mu aku semakin ingin menggodamu.

Aku tahu. Aku begini gegara aku salah gaul. Yang bikin otakku tercemar dan terkontaminasi. Aku sangat butuh bantuan orang lain untuk membuatku berubah. Makanya aku hijrah. Tolong. Pahamilah. Itulah penyebab kenapa aku hijrah sampai sejauh ini. Sangat jauh dari kosku yang sebelumnya.

Aku tidak bisa pastikan lingkungan di sini buruk atau tidak. Tapi kosan di sini ketat. Dan aku merasa aman. Karena ibu kosnya baik, taat agama, juga amanah. Aku merasa aman. Sangat aman.

Mungkin aku sekarang sedikit menyukaimu. Ya. Sedikit.

Kamu orangnya religius sekali. Aku kadang sungkan sama kamu. Aku udah terkontaminasi oleh lingkungan buruk. Aku banyak maksiat. Jadi tolong, rubahlah aku. Bantu aku ke jalan yang benar.

Aku itu orangnya flexible. Gampang dipengaruhi. Kalo aku berteman dg orang2 yang banyak maksiat, maka banyak maksiatlah aku. Tapi kini aku sadar. Aku harus berubah. Makanya aku berpindah ke sini.

Aku tidak tahu kamu akan paham dengan pikiranku atau tidak. Aku takut kamu mentertawakanku. Makanya aku tidak berani cerita ke kamu. Di sini aja.

Tolong. Tolong aku. Aku benar2 sudah tercemar di kampusku yang dulu. Aku sedih. Tolong bantu rubah aku. Aku mudah dirubah kok. Aku akan ikuti semua kata2mu.

Ini yang pertama kalinya aku video call sama kamu. Kamu yang minta.

Kamu tahu nggak, aku punya pengalaman yang buruk tentang video call. Makanya tiap ada yang ngajak aku video call selalu aku tolak. Tapi kalo kamu yang minta aku mau. Karena aku percaya sama kamu. Dan ngobrol sama kamu adalah hal yang menyenangkan.

Tolong rubah aku.

Kamu tahu kan, aku masih berproses? Ya. Aku masih bisa dirubah.

Tadi kamu menasihatiku untuk hijrah. Dari yang mulanya pake celana jins pake rok. Aku merasa malu. Sungguh malu. Dulu aku anak alim. Sangat rajin beribadah dan belajar. Istiqomah pake gamis dan rok. Tapi setelah aku lulus dari pondok aku banyak berubah. Aku bergaul di lingkungan yang salah dg orang2 yg salah. Maafkan aku jadi begini. Bahkan dulu aja aku sangat malu pake celana. Tapi karena aku melihat lingkunganku pake celana semua aku jadi terpengaruh. Tapi sekarang aku udah mulai sadar. Aku hanya membutuhkan orang yang otorita aja untuk merubahku. Aku tidak bisa melakukan ini sendiri. Secara sadar otakku ingin berubah, tapi alam bawah sadar menarikku untuk sama dengan lingkungan di sekitarku. Aku benar2 salah gaul. 🙁

Tapi tenang aja. Itu dulu. Sekarang aku lebih banyak bergaul dengan orang yang sholeh/ah Insyaallah. Aku mulai sadar cara berpakaianku salah. Maaf. Bahkan rok dan gamisku bisa diitung jari.

Jangan tertawakan aku ya, kalau aku berubah.

“Syif, kamu pake roklah. Biar keliatan anggun. 😊 Kamu tahu nggak, kalo ada perempuan pake celana aku kasian. Tahu kasian kenapa? Kasian nanti kalo ke kamar mandi susah. 😂 wkwk”

Aku cuma jawab, “Iya.” Iya, aku akan berubah. Makasih. Makasiiih banget. Aku seneng kamu nasehatin aku. Itu tandanya kamu perhatian dan peduli sama aku. Makasih ya.😇 Aku akan usahakan berubah.

Aku akan selalu menyesuaikan diri untuk cocok bersanding denganmu. Kamu tahu nggak sih kalo aku mantan anak nakal yang ingin berubah? Aku sebenarnya merasa ga pantes. Tapi aku akan berusaha untuk berubah. Aku hijrah dari lingkunganku sebelumnya. Meski itu tak semudah yang aku kira.

Kamu tahu nggak, semenjak aku masuk ke lingkungan yang benar, orang yang biasanya menggangguku, kini sudah mulai tak tampak lagi batang hidungnya. Luar biasa. Terus aja terus. Branding diri dengan orang2 yang hebat dan sholeh/ah. Karena burung yang warna bulunya beda tak akan berkumpul dengan sekelompok burung yang bulunya beda.

Luar biasa kekuatan lingkungan dan hukum alam kesesuaian. Hukum alam kesesuaian mengatakan orang akan berusaha menyesuaikan diri dengan 6 orang di sekitarnya.

Sampai di sini, mungkin aku sedikit lebih menyukaimu. Aku suka kamu karena kamu sholeh dan pintar. Kamu juga tiga tahun lebih tua dari aku.

Tahu, kenapa aku lebih memilih pria yang usianya di atas aku?

Karena aku suka bertingkah laku kekanak-kanakan. Aku butuh suami yang lebih dewasa tentunya.

Aku masih mengira kamu jodoh. Karena tiap bertemu denganmu membuatku lebih baik.

Mungkin kalo bertemu langsung kamu ga berani memandangku. Tapi kenapa tadi di VC kamu terlihat berbeda. Kamu berusaha melihat dengan detail wajahku.. Membuatku ingin sesak nafas. Cukup kamu memandangiku seperti itu.

Kamu berusaha menatap mataku. Hal yang paling kamu suka adalah hidungku. Kamu selalu mencari hidungku. Membuatku tersipu malu. Pencahayaan di kamarku gelap emang. Didukung kamera hp yang kurang bagus.

Aku berfikir, bisa ya dia kayak gini?? Mungkin dia khilaf. Tapi kami VC tidak cuma berdua. Dia bersama teman2nya di kantor. Aku bahkan dikenalkan sama seluruh teman2nya. Haha. Ga malu apa. VC sama cewek. Aku aja malu kalo VC sementara aku bersama teman2ku. Pasti digodain.😂

Mungkin saat ini aku belum mencintaimu. Tapi suatu saat kemesraan itu akan hadir kan? Ya. Tentu setelah kamu mengucapkan akad di pelaminan kita nanti.

#dari aku, yang terlalu percaya diri kamu jodoh. Padahal aku belum mencintaimu.