9 Kata-Kata Bijak Bob Sadino

Ada beberapa kutipan Bob Sadino yang menjadi favorit. Diantaranya:

Bob-Sadino.jpg

Nah, itu juga yang menjadi salah satu alasan kenapa aku suka menulis. Harapannya, semoga ilmu dan pengetahuan yang aku dapatkan selama hidup dapat bermanfaat oleh banyak orang. Sehingga aku tidak mati sia-sia. πŸ™‚

bob-sadino.png

Tidak ada kesuksesan yang instan. Selama masih di bawah umur 30 tahun, kau masih ada kesempatan untuk pulih.

bob-sadino-bob.jpg

Jangan terlalu banyak ide. Fokuslah pada satu hal dan tekuni. Semakin fokus, maka semakin besar peluangmu untuk sukses.

Bob-Sadino-I-Hate-Monday.jpg

Sama seperti Om Bob. Sejak kecil aku tidak punya cita-cita untuk menjadi pegawai. Aku senang belajar. Tapi aku benci sekolahan. Aku lebih suka mengikuti seminar-seminar dan membuka usaha. Bagiku, sekolah diciptakan untuk menjadikan kita professional. Atau dengan kata lain kita dipersiapkan untuk menjadi pegawai. Sudah begitu, kita dituntut bekerja seumur hidup dan pemerintah mengambil sebagian besar penghasilan kita melalui pajak.

“Pegawai bekerja keras agar tidak dipecat dari perusahaan, sedangkan pemilik perusahaan membayar seperlunya agar pegawai tidak keluar”

bob-sadino-pengusaha-sukses-indonesia.jpg

Kebanyakan orang menuntut ilmu tinggi-tinggi, motivasinya hanya satu: Agar menjadi professional, bisa melamar pekerjaan di perusahaan yang bagus dan mendapatkan banyak uang. Sementara orang kaya/entrepreneur tidak membutuhkan skill ketrampilan itu. Karena yang dipelajari orang kaya adalah membangun sistem dan mengelola jaringan atau sumber daya manusia. Mereka berjuang keras untuk sukses agar bisa membayar para pelamar kerja.

ide-gila-bob-sadino.jpg

Itulah pemikiran ‘ajaib’ Om Bob atau yang memiliki nama asli Bambang Mustari Sadino. Karena memiliki banyak keterbatasan, beliau akhirnya membayar orang lain untuk membantu menjalankan usahanya agar usahanya makin maju dan berkembang.

kata-bijak-bob-sadino.jpg

Hal yang serupa juga dialami oleh Pak Bob. Beliau mengaku ketika jaman sekolah atau di bangku perkuliahan beliau tidak terlalu pintar(tentu saja! Karena yang dipelajari seorang bos dan karyawan itu beda!). Pun beliau bukan lulusan kampus bergengsi seperti UI, IPB, ITB, dan lain sebagainya. Hanya sebuah kampus biasa yang jarang diketahui orang. Tapi sekarang, beliau berhasil membangun sebuah perusahaan properti yang omzetnya sudah triliyunan banyaknya.

Nggak cukup sampai di situ, beliau juga mempekerjakan teman-temannya yang dulu rangking ketika masih di bangku sekolahan/perkuliahan. Itulah rahasia kenapa perusahaan Pak Bob maju pesat. Sebuah contoh nyata yang ada di depan mata. Bahwa pegawai yang memiliki sebuah intelegensi tinggi turut mengambil andil yang besar atas kemajuan sebuah perusahaan. Kata Pak Bob, untuk mendapatkan pegawai yang tepat, ada tiga karakter yang harus dimiliki. Yaitu: INTEGRITAS, INTELEGENSI, ANTUSIAS. Jadi nggak sembarang orang beliau rekrut jadi pegawai ya… πŸ™‚

kata-kata-motivasi-bob-sadino.jpg

Sama seperti Pak Bob, meskipun sudah kaya raya beliau orang yang sangat rendah hati. Beliau juga suka bertemu dengan orang baru. Hampir di setiap kesempatan yang beliau punya, beliau luangkan waktu untuk hadir dalam seminar dan bertemu dengan semakin banyak orang. Dari pertemuan itu beliau mendapat banyak ilmu dan bisa melakukan kerja sama bisnis.

mencari-kegagalan.jpg

Di sekolah kita selalu diajarkan untuk tidak melakukan kegagalan. Karena setiap kita melakukan kegagalan, selalu dimarahi, diejek, atau diberi punishment bukan? Padahal dari kesalahan/kegagalan itu ada banyak sekali yang bisa pelajari. Ada pepatah mengatakan, “Kamu belum benar-benar belajar kalau belum melakukan kegagalan.”. Jadi jangan takut gagal, karena kesuksesan lahir setelah kita melakukan beberapa kegagalan. πŸ™‚

.

Jakarta, 14 Februari 2019 (17.50)

Iklan

Di Balik Kesuksesan Pak Bobby

“Untuk menghasilkan karya yang luar biasa, lakukanlah apa yang kamu sukai”-Pak Bobby

photography of a person pointing on something
Photo by Lukas on Pexels.com

Kalau melihat kehidupan Pak Bobby…Ya Allah. Pertemuan yang sangat singkat tapi mampu membuatku merenung berjam-jam bahkan berhari-hari.

Ini bukan alay. Tapi memang, ilmu yang disampaikan beliau sangat mahal. Eksklusif hanya untuk kami bertiga. Tiga mahasiswa dekil yang sedang belajar untuk kaya kepada orang kaya.

Tak pernah terfikirkan sedikitpun untuk magang di sana. Justru aku ingin magang di tempat yang sangat jauh. Yaitu di Bandung. Aku pernah menuliskannya di sini. Tapi ternyata, Allah menakdirkanku untuk magang di sana.

Secara sekilas, Pak Bobby tampak seperti seorang pria yang workaholic. Suka bekerja dan suka kesibukan. Hari-harinya disibukkan untuk bekerja, beribadah dan berdakwah. Kata orang, “Pak Bobby luar biasa ya. Pekerja keras. Suka sibuk, dan lain-lain”. Tapi kata Pak Bobby, beliau sama sekali tak keberatan dengan pekerjaannya. Karena beliau begitu menikmatinya. Tak pernah kutemui Pak Bobby dengan wajah yang muram dan suka mengeluh. Justru sebaliknya, Pak Bobby orang yang sangat riang dan ramah kepada semua orang. Seperti seorang manusia tanpa masalah. Nggak heran kalau omzet beliau sudah mencapai milyaran rupiah. Ternyata ini kuncinya!

“Cintai apa yang kamu lakukan. Temukan passionmu. Kalau kamu tekun, tinggal tunggu waktu saja kesuksesan akan menjemputmu.”

Setelah itu aku manggut-manggut faham. Ternyata, bekerja full time di sebuah perusahaan, traveling kesana kemari untuk pertemuan dengan para client, adalah beberapa pekerjaan yang sangat beliau sukai. Malah kalau beliau tidak melakukan itu beliau akan merasakan sakit.

.

Jakarta, 7 Februari 2019(14.20)

H-1 Sebelum Dibuang

depositphotos_93680954-stock-illustration-light-blue-pink-love-pastel

Sebenarnya udah sering yah, challenge gitu. Ga makan juga udah sering. Survive sendirian di kota orang juga udah sering. Tapi ga bayangin aja kalo bakal tidur di jalan, terlantar. 3 hari 2 malem lagi. WAW! *sedangmengumpulkanmental

Anggep aja lagi main film yah, pura-puranya jadi anak yang terbuang(padahal emang iya). Lalu berjuang sendirian mengumpulkan serupiah demi serupiah untuk sesuap nasi. Hiks. *sedihamat

Jadi buat apa kuliah mahal-mahal kalo pada akhirnya ditelantarkan di jalan???

Bayangin loh. Kuliah 34juta, belajar bukannya di kampus tapi di jalan. Nggak heran banyak mahasiswa yang tidak berhasil menuntaskan satu tahun kuliahnya hanya karna ini. Challenge. Karena rata-rata mahasiswa yang kuliah di UU anak orang kaya, tapi di UU kita diajarkan untuk hidup sederhana, tidak mengejar dunia semata, melainkan akhirat dulu yang diutamakan.

Sebelum akhirnya aku off selama 3 hari, aku ingin mengucapkan kata-kata perpisahan. *hiks. Apapun yang terjadi, Syifa harus kuat! Kamu harus jeli menangkap semua peluang yang ada di depanmu Syifa! Tidak harus jualan produk, karna jasa pun bisa. Dan jasa tidak perlu modal budget melainkan cuma modal otak/tenaga doang.

Kalau impian bisa menghasilkan uang jutaan itu hanya mitos, inilah saatnya kamu mewujudkan cita-citamu. Keluarkan semua potensimu! Inilah saatnya kamu menemukan jati dirimu yang sebenarnya.

Kamu siapa?

Jujur sampai saat ini aku masih belum mengetahui potensiku ada dimana? Minatku apa? Aku siapa?

Nanti malam, aku akan berangkat ke kampus. Tidak perlu bawa barang banyak-banyak. Toh kalo bawa barang suruh ditinggal di kampus ntar.

Kalo biasanya aku diem, sangat diem. Besoklah saatnya aku dipaksa untuk ‘berbicara’. Nggak berbicara nggak dapet peluang. Nggak dapet peluang nggak dapet uang. Nggak dapet uang nggak bisa makan dan pulang. 😦

Mungkin CHALLENGE akan mengajarkan kita untuk mengenal siapa kita. Karna di challenge ini kita dituntut untuk mengetahui potensi diri masing-masing, yang bisa diterapkan pada bisnis yang sebenarnya.

Bisnis yang bagus itu kerja tim. Bekerja sesuai bidang masing-masing. Bukannya CEO(Chief Everything Officer), melakukan semuanya sendiri. Bisnis tidak seperti itu.

Alumni mengatakan, mereka bahagia dengan city challenge yang diadakan kampus di luar kota. Karena berkat challenge itu mereka jadi punya pondasi saat tiba-tiba mereka mendapat tugas di luar kota sendirian. Dengan challenge kita akan mampu bersyukur ketika kita telah mempunyai apa-apa karna pernah merasakan saat tidak mempunyai apa-apa.

Berkat challenge pula lah, mereka mempunyai ‘cerita’ yang bisa diceritakan kepada anak cucu mereka. Karna nyatanya kuliah itu tak semonoton yang orang lain pikirkan. Melainkan penuh tantangan yang mengharukan.

Jadi teringat lagu kebangsaan Umar Usman:

Umar Usman kampusku tercinta…

Tempat ditempa jadi pengusaha…”

Itulah cuplikan mars Kampus Umar Usman yang diperdengarkan sejak pertama kali memasuki perkuliahan di Kampus Bisnis Umar Usman.

Saat pertama kali aku tertarik dengan Umar Usman, yang pertama kali diceritakan oleh temanku yang sekarang menjadi fasilitator adalah…ya ‘city challenge’nya. Tapi uniknya bukannya takut malah penasaran. Dan nekat resign dari kampus pertamaku demi kuliah di UU. Mungkin memang dari lahir aku suka dengan hal-hal nekat.

Tapi…Seberat apapun tantangannya…Aku tetap mencintai kampusku. ^ ^

Jakarta, 27 Januari 2019 (16.05)

 

Teguran Itu Datang Bertubi-tubi

pexels-photo-1162967.jpeg
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Sebelumnya aku minta maaf banget, khususnya kepada diriku sendiri kalau aku udah lamaaa banget ga nulis(bagi aku menulis itu komitmen). Padahal tuh di otak udah muncul berjuta-juta ide yang ingin dituliskan. Tapi ga bisa nulis karena aku selalu kepikiran tugas, tugas, dan tugas.

Yaa, memang sih, sebagai mahasiswa yang kuliahnya hanya setahun, dituntut untuk semacam AKSELERASI/ percepatan dibanding mahasiswa-mahasiswa di kampus yang lain. Ya lo bayangin aja, hanya dalam waktu kurun setahun lo dituntut buat jadi pengusaha sukses. Tentu saja menjadi pengusaha ga gampang. Beda banget sama karyawan yang hanya memikirkan SOP dan tinggal terima gaji. Ga perlu mikir untung rugi sama kek pengusaha.

Jadi pengusaha rugi? Sering! Rugi hampir sepuluh juta malah. Ga main-main. Tapi aku fikir itu bukan rugi. Aku anggap itu sebagai ongkos belajar. Dan aku fikir itu adalah sesuatu yang wajar karena sudah menjadi sejarah panjang proses pembelajaran. Belum pernah ditemukan seorang pengusaha sukses yang ga pernah rugi.

Jadi kemarin aku baru saja mendapat teguran yang bertubi-tubi. Tentang diriku yang kurang bisa mengatur waktu. Tentang diriku yang pemalas. Tentang diriku yang…ah. Banyak sekali. Jadi sekarang, izinkan aku untuk memulai semuanya dari awal. Aku akan mencoba mengatur waktu seefisien mungkin. Aku ga pengin ada waktu sedikitpun yang terbuang untuk hal yang sia-sia.

Istirahat boleh, tapi inget, aku harus BERJUANG-BERJUANG-BERJUANG!

Mau mager tapi belum kaya. Waktu terlalu mahal kalau digunakan untuk berleha-leha.

Kalau kata Pak Agus Piranhamas(Mastah SEO), kamu masih PEMALAS SEJATI kalau belum pernah berjuang sampai sakit typus.

Aku harus bisa menjadi pejuang.

Aku masih belum terlambat untuk memulai semuanya dari awal.

Sebagai bentuk pembayaran atas berbagai kesalahan yang telah aku lakukan.

Dan, aku masih terlalu muda untuk menyerah secepat itu.

Gagal itu wajar.

Kan, masih kuliah.

Gagal itu wajar.

Kan, masih belum 30 tahun.

Aku punya quotes nih:

“Berani gagal itu BAIK”

“Jangan hidup seperti air yang mengalir. Karena air yang mengalir selalu mengarah ke arah yang lebih rendah.”

Resolusi Tahun 2019

gray double bell clock
Photo by Moose Photos on Pexels.com

Awal tahun baru, dengan semangat yang sama sekali baru, harus membuat resolusi agar diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya. πŸ™‚ Hehehe.

Inilah daftar 10 RESOLUSI DI TAHUN 2019:

  1. MagangΒ 

Tahun 2019, menjelang kelulusan perkuliahan di Kampus Bisnis Umar Usman seluruh mahasiswanya diwajibkan untuk magang di sebuah tempat yang memiliki korelasi dengan bisnis start up yang sedang dibangunnya. Nah, berhubung bisnis start up yang kujalankan saat ini adalah Pancake Durian, jadi, aku pengin banget belajar di outlet durian yang sudah besar. Agar dapat gambaran bagaimana teknisnya nanti kalau sudah memiliki outlet durian sendiri.

2. Lulus dengan Cumlaude

Insyaallah bisa. Kalau kita yakin kita bisa. Sisa satu semester lagi!! Semangat! ^_^

3. Punya Kedai Pancake Durian Sendiri

Kalau lulus sudah, kini saatnyaa, membuka kedaii. Hihi. Kalo kuliah mah kuliah aja. Sambil jualan part time. Nanti kalo udah lulus baru buka kedainya. Bismillah ya! πŸ™‚

4. Punya Profit Min. 1jt/hari

Setelah buka kedai, bisnis jalan, internet marketing juga harus dikencengin agar target profit mencapai 1jt/hari. Aamiin.

5. Nikah

Kalau wisuda udah, bisnis jalan, target profit udah memenuhi, Insyaallah akan segera menikah.

Oke, cukup lima itu aja resolusiku di tahun ini. Nggak usah banyak-banyak. Dikit aja yang penting FOKUS! Bismillah.

.

Jakarta Selatan 16.21 WIB

Gadis Penjual Pancake Durian: Selegit Cinta di Pancake Durian

kiana-pancake-durian

Aku jadi teringat tentang sebuah dongeng yang berjudul, “Gadis Penjual Korek Api”.

Aku? Ya, seperti itulah. Mirip-mirip. Bedanya aku menjual pancake durian. Meskipun aku belum bisa membuat pancake durian, untuk menjadi pengusaha pancake yang sukses ga harus bisa bikinnya dulu kan? Buktinya kami bisa menghasilkan uang jutaan rupiah dari jualan pancake tanpa tahu bagaimana proses pembuatannya wkwkw. Itulah the power of internet marketing. Hahaha.

Kalau kata Mas Ippho Santosa, cara terbaik untuk memulai bisnis adalah belajar bagaimana cara jualannya dulu. Setelah marketnya terbentuk, belajar bagaimana cara membangun tim dan sistem yang baik. Setelah bisnis kita membesar baru kita bisa belajar bagaimana cara membuatnya dan bisa produksi sendiri dari rumah. Itupun kalo berminat menguasai cara membuatnya. Kalo nggak juga nggak perlu dipaksakan kok.

Dulunya aku sama sekali tak berfikiran untuk berbisnis pancake.

Hingga akhirnya aku bertemu dia, dan dia mengajakku untuk berbisnis produk makanan legit yang satu ini.

Haha.

Terima kasih pancake, kamu telah menyatukanku dengan si dia.

Bisnis ini masih baru banget. Baru berjalan 1 bulan. Dulunya aku suka gonta-ganti bisnis. Palugada-lah istilahnya. Apa lu mau, gua ada. Lalu mas Ippho pun menyadarkanku dalam sebuah seminar di Kampus Bisnis Umar Usman. Katanya, semakin kita fokus maka semakin cepat juga kita sukses. Ibarat sebuah segitiga, semakin fokus tujuan kita, maka terbentuklah garis segitiga terbalik. Kalau fokus kita banyak, maka segitiga kita akan tumpul.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:

segitiga-peirce1

Semakin kita fokus, maka segitiga yang terbentuk akan semakin bagus.

Ada pepatah mengatakan, “If you want to be excellent, you need 10th years to do it

Ya. Kita butuh waktu 10 tahun lamanya untuk menjadi ahli dalam suatu bidang. Jadi, fokuslah.

Pada seminarnya beliau, kebetulan aku ditanyai tentang fokusku saat ini. Yang kepikiran saat itu hanya dua: Bisnis Travel dan Pancake. Padahal aku juga jualan masker, pulsa, tiket, paket data. Huahaha. Apa aja dijual.

Saat ditanyai, aku jadi tak punya pilihan lain. Mau tak mau aku harus memilih. Seluruh mahasiswa di ruangan itu saksinya. Dan aku pun memilih pancake.

Logikanya, kalo ngurus satu bisnis aja ga becus gimana mau banyak?? Ya nggak?

Aku sadar aku bukan seorang anak yang ahli jualan. Aku ga punya skill berbicara yang bagus dengan orang, bagaimana bisa jualan??

Dan, Alhamdulillah. Aku bersyukur banget. Bisnis yang kurintis dengan dia bisa berjalan satu bulan ini. Bahkan dari profitnya bisa digunakan untuk membuka rekening. Karena kami tahu kapasitas kami masing-masing. Aku ahli banget kalo perkara tulis menulis, jadi, aku memutuskan untuk menjadi bagian notulen dan internet marketing. Sedangkan dia karena pintar berbicara, dia menjadi personalia.

Aku benar-benar menyadari. Seandainya nggak ada dia, mungkin bisnis ini nggak akan jalan. Karena kemampuanku terbatas. Aku butuh orang lain untuk melengkapi kekuranganku ini. Hehe.

Aku pernah ditanya sama dia, “Kamu tahu nggak apa fokus kita saat ini?”

“Jualan?”

“Bukan. Fokus kita itu adalah mencetak uang yang bisa kita gunakan untuk nikah.” katanya sambil tersenyum manis.

WKWKWKW.

Iya juga sih. Goal daripada ini adalah nikah kan?

Dan aku seneng banget akhirnya jadi juga rekeningnya, meskipun pakai nama pribadi tapi seenggaknya nggak akan tercampur dengan uang pribadi. Dan dari profit itu bisa kita putar lagi uangnya untuk modal.

Agar mudah dalam proses pemesanan, aku juga akan mendaftarkan m-bankingnya. Biar ga usah bolak balik ke ATM. Kalau ada transferan masuk kita juga bisa mengeceknya dari hp kita. πŸ™‚

Kami juga membuat grup khusus di WA. Ya, meskipun anggotanya baru dua orang, tapi penting untuk menyimpan data penjualan/marketing agar tidak tenggelam oleh chat.

Selain itu kami juga membuat perjanjian hitam di atas putih. Agar semuanya jelas, tidak ada dusta di antara kita. Wakaka. Kadangkala kami meeting di suatu tempat untuk merencanakan strategi penjualan dan evaluasi bisnis.

Satu lagi yang ga kalah penting!

Aku juga membuatkan laporan keuangan di Excel. Dan selalu ku update laporan ini setiap kali ada transaksi. πŸ™‚

Kenapa Laporan Keuangan penting banget?? Tentu saja! Agar kita bisa mengukur, apakah bisnis kita ini sehat atau tidak. Jangan hanya profit aja yang dikejar. Profit yang besar belum tentu sehat. Perhitungkan juga berapa uang yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis ini. πŸ™‚ Hehe.

pancake-durian-jumbo-satuan
Hasil foto produk di kelas fotografi Kampus Bisnis Umar Usman

 

 

Cara Menghitung Kekayaan yang Tepat adalah dengan Menghitung Berapa Passive Incomenya

Source Pict: pexels.com

Di keluargaku, aku tak pernah sekalipun diajari bagaimana cara mengelola keuangan. Tugas aku sebagai pelajar ya belajar. Itu doang. Di sekolah hanya belajar teknis. Tidak dengan kecerdasan finansial.

Syifa. Di sekolah belajar yang rajin ya. Biar kelak bisa cari uang.” Itulah doktrin yang ditanamkan oleh orangtuaku dari dulu. Kuliah tinggi dan melamar pekerjaan, lalu mendapat posisi yang bagus di perusahaan ternama.

Yah, aku sebenarnya hanyalah seorang perempuan desa yang beruntung bisa hidup di Jakarta. Aku merasa bersyukuur sekali bisa menuntut ilmu di ibu kota. Alhamdulillah. Karena banyak sekali yang aku dapatkan di sini.

Terutama tentang kebebasan.

Merantau membuatku lebih dewasa.

Merantau membuatku lebih mandiri.

Dari segi finansial, di keluargaku sebenarnya sedang dilanda kekacauan. Orangtuaku baru saja ketipu ratusan juta rupiah gara-gara trading di internet(B**c**n). Udah begitu uangnya hasil ngutang di bank.

Dalam kondisi yang seperti itu, aku ingiiin sekali bisa mandiri, bisa membantu mereka, aku memaksa diri aku untuk bisa menghasilkan uang. []

Ya, Insyaallah segera.

Aku harus bisa jadi pengusaha!

Pengusaha itu, bisa membuat uang bekerja untuk mereka. Bukan malah sebaliknya! Ini aku ga ngomongin MLM ya. Wkwkw.

Kebanyakan orang, kuliah tinggi-tinggi, jadi sarjana, lalu melamar pekerjaan dan mendapat gaji besar.

Apakah itu yang sebenarnya kuinginkan?

Tidak!

Karena aku ingin menjadi pengusaha. Aku tak mau bekerja banting tulang untuk mendapatkan uang. Aku gamau bekerja untuk uang. Aku gamau diperbudak oleh uang! Tapi uanglah yang harus bekerja untuk saya!

Pengusaha itu, bisnisnya jalan, ownernya jalan-jalan sambil jualan. Wkwkw.

Sebelum terjun ke masa itu aku sibukin diri aku untuk terus belajar dan belajar di Kampus Bisnis Umar Usman. Aku berhak dong, bawel soal bisnis aku, nanya-nanya sepuasku untuk perkembangan bisnis aku? Aku itu sudah bayar mahal untuk kampus. 34jt! Bayangin. Nah, sekarang gimana caranya agar kampus bisa menghasilkan uang untuk aku?

Loh, emangnya bisa?

Gimana caranya??

Kebetulan di kampus ada sebuah koperasi tanpa pegawai. Tempatnya di sudut, di lantai 3. Dekat musholla.

Aku sebenarnya heran juga gitu. Kok bisa sih, orang jualan tapi yang jualan ga nampak?? Ntar kalo ada yang ga bayar gimana??

Tapi Alhamdulillah udah bertahun-tahun berjalan tapi koperasi itu tidak pernah tutup. Itu berarti, anak Umar Usman jujur-jujur dong. Aamiin.

Alhamdulillah, ini jualanku. Coba tebak? Apa itu?

Pancake Durian??

Ya, benar sekali. πŸ™‚

Awal mula aku jualan ini gagal. Aku order pancake durian mini yang satu box isi 18. Dan, sungguh malang nasibnya. 23 hari masih belum habis-habis! Padahal aku ngambil untung ga sampai 500 perak/pcs. πŸ˜ͺ Berarti ada yang salah.

Setelah kejadian itu aku langsung bertanya-tanya, konsultasi dengan 3 alumni sekaligus! Waw! Sungguh lega sekali rasanya telah berkonsultasi. Aku juga disemangatin.

Fasilku, Miss Mar’ah dengan tegas mengatakan kepadaku kalau, Pancake Durian Jumbo seharga 13rb-15rb itu laku dijual di Umar Usman. Aku berterima kasih sekalilah pokoknya huhuhu. Tanpanya aku ga percaya diri jualan pancake di kampus.😭😭

Karena aku orangnya pendiam ya, jadi aku memilih peruntungan aja jualan di koperasi kampus. Aku bisa tetep kuliah dan uang mengalir. Widiiih, asik sekali ya keliatannya kek gitu. Hehehe.

Dari hasil jualan pancake durian mini aku telah belajar banyak hal. Inilah hasil evaluasiku selama hampir sebulan:

1. Pancake nya terlalu mini. Jadi kalo dijual 5rb itu terlalu mahal, dan keuntungan pun sedikit karena sewa tempat itu dikenai 1K/pcs.

2. Saking mini nya nih, temen-temenku banyak yang ngga tau ada pancake durian di situ. Habisnya cuman sekelumit di antara lautan eskrim AICE yang harganya murmer itu. Es krim AICE aja nih, yang seukuran pancake harganya cuman 2.500/pcs. Jelas kalah sainglah😌

3. Diikira produk illegal. Karena di situ ada tulisan tidak boleh meletakkan sesuatu di freezer selain AICE. Bahkan ada kecaman di selembar kertas dari seorang mahasiswa misterius yang menunjukkan kalo di freezer tuh gabole naro produk lain. Hmm…Gemeteran si bacanya. Langsung aku buang deh kertasnya. Terus aku bilang ke pihak kampus. Alhamdulillah aku dibelain.

4. Perpancake nya butuh kemasan biar bisa dibawa pulang. Jadi jangan jualan yang box-box an itu. Mending jual yang satuan.

Dari berbagai kendala itu, akhirnya ini solusinya:

1. Aku mencari produsen pancake terenak dan yang bisa kasi harga cincai sampai ketemu!!!

2. Setelah ketemu, first order cuma 20 dulu untuk melihat respon masyarakat. Ga mungkin kan, aku jualan sesuatu yang ga dibutuhkan masyarakat setempat?

3. Aku bikin woro-woro di snap WA. Kalo pancake ku itu legal dari kampus. Aku bahkan share bukti screenshootku ketika meminta izin kepada pihak kampus. Sebelumnya juga ada yang protes apakah itu legal.😀

Lah kok dibolehin sih? Katanya gaboleh naro produk selain AICE?

Tapi Alhamdulillah boleh. Kalo aku jualan di situ dan laku keras, bukannya pihak kampus juga yang untung? πŸ™‚ Aku bayar sewa loh. Per pcs lagi. Semakin banyak yang terjual maka kampus akan mendapat margin share yang besar pula.

Sampai sini aku mulai paham, bisnis itu kaya gimana sih??

Bisnis itu ya, kamu harus tahu kapasitasmu ada dimana. Mau jadi produsen, marketer, atau reseller ya itu sah-sah aja. Terserah kamu. πŸ™‚