Bobol ATM

Kemarin ada cerita lucu.

Temen gue tiba-tiba nitip ambil transferan di rekening atm gue. Kebetulan mintanya BCA dan kartunya lagi dipinjem orang. Tapi berhubung uangnya bisa diambil tanpa kartu akhirnya gue iyain aja, niatin ngebantu temenlah.

“Mau ngambil berapa emang?”

“6jt Syif. Nanti ambil ya pulang ngampus.”

“Ok sip”

Singkat cerita pulang ngampus kita langsung caw ke atm yang terletak di POM bensin. Ya taulah ya, atmnya kecil. BCA mesinnya cuman ada satu doang.

“Loh Syif, emang bisa ngambil tanpa kartu?”

“Bisa. Lewat m-banking” posisi saat itu gue agak lupa-lupa ingat cara ngambil uang lewat m-banking wkwk. Gue masukin nomer hp gue, password, kode-kode dan ya! Gagal!!!

Tapi gue pantang menyerah. Gue coba berkali-kali dan…akhirnya gue baru inget kalo nomer yang gue daftarin adalah nomer satunya haha. Tapi sayangnya pengambilan maksimal adalah 1.200.000. Ga bisa langsung 6jt. Wedeeew…

Untuk percobaan pertama ngambil 200, lalu 500, 500 lagi, dst sampe uangnya ga bisa ditarik lagi dari atm. ๐Ÿ˜‚ (emang kebetulan rekening gue lagi kosong)

Kocak banget ngambilin duit berkali-kali udah kek bobol atm, ga selesai-selesai. Haha. Sampe diprotes ama orang-orang gara-gara kita antriannya jadi panjang bet ๐Ÿ˜‚

“Waduh mohon maaf ya bapak ibu๐Ÿ™” setelah meminta maaf gue dan temen gue pun langsung balik ke kampus.

Gue nanya ke Aufa, “Fa, itu emang uang siapa sih kok banyak?”

“Punya temen gue.”

“Lah…”

“Iya. Dia nitip..”

“Buat apa sih emang?”

“Ya biasa. Bisnis. Dia punya franchice sempolan ayam gitu.”

“Oalah…”

Jadi, hikmah dari kisah ini adalah…Gue jadi ngerasain gimana rasanya punya uang banyak di atm. Lalu uangnya bisa ditarik sesuka hati kita. Betapa senangnya. Yaa, meskipun bukan uang kita wkwk. ๐Ÿ˜‚ []

Iklan

Happy New Year 2019!!!

photo of fireworks
Photo by Anna-Louise on Pexels.com

Happy New Year!!! Yeah. :’)

Nggak terasa udah tahun baruu, huaa…Cepat sekalii.

Yang kulewati saat detik-detik sebelum pergantian tahun?

Hmm, nonton film!!! ๐Ÿ˜€

Film lama sih. Tapi ga masalah bagiku. Yang penting filmnya bagus dan bisa memetik pelajaran dari situ udah sangat cukup bagiku.

Aku nonton film “Rumah Tanpa Jendela”. Yang diangkat dari cerita pendek bunda Asma Nadia.

Sebenarnya sudah tahu sejak lama tentang judul itu. Pernah penasaran. Tapi baru tadi malam sempat menonton filmnya.

Mungkin tadi malam menjadi malam tahun baru yang menyedihkan.

Sendirian di kosan, tanpa makanan, tanpa teman. Ya…

Sangat berbeda dengan masa-masa dua tahun yang lalu. Dimana aku masih tinggal di pondok pesantren yang ada di Pacet Mojokerto. Suasana malam tahun baru yang meriah. Bakar-bakar jagung yang dibumbui dengan aneka rasa, nobar, sampai sembunyi-sembunyi menyalakan kembang api karena takut dimarahin pak Kyai wkwkw. Lucu sekali. Tahun baru yang menyenangkan bersama teman-teman. Tidak untukku kali ini. Tidak papa. Aku cukup bersabar. ๐Ÿ™‚

Jakarta Selatan 15.20 WIB

5 Kebahagiaan Sederhana

pink green and yellow ribbon illustration
Photo by Ylanite Koppens on Pexels.com

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa membuatku bahagia.

Untuk hal-hal yang sederhana saja membuatku bahagia. Seperti:

  1. Menikmati secangkir kopi latte di pagi hari yang sejuk

Sebenarnya ritual ini sudah kulakukan sejak lama. Sampai aku lupa kapan pertama kali aku memulainya. Hmm…

Mungkin, sejak aku mondok di MBI(Madrasah Bertaraf Internasional) Pacet Mojokerto Jawa Timur. Waktu itu meminum kopi adalah suatu keharusan bagiku. Meskipun hanya setengah sachet. (Wkwk. Mau minum kopi aja harus hemat) Setiap hari aku pasti membuat kopi. Mau pake air dingin kek, mau pake air anget kek, ga masalah bagiku. Yang penting minum kopi. Karena ya, taulah. Pondokku sangat ketat dan luar biasa padat jadwalnya. Jam 02.30 dini hari sudah bangun dan bergegas ke kamar mandi. Karena aku tipikal orang yang lebih baik bangun awal daripada ngantri mandi. Meskipun aku tahu air pegunungan luar biasa dinginnya. Tapi kutempuh itu biar fresh ketika pengajian shubuh, ga ngantuk lagi. Tentu saja didukung oleh setengah sachet kopi yang kubuat di pagi hari. Oya, dulu karena ingin praktis aku membuat kopinya di plastik es lilin yang kecil itu. Lebih sering pake air dingin. Dan rasanya semacam minum es kopi di pagi hari. Aku merasa hariku lebih produktif ketika meminum kopi. :’)

Atas alasan itulah, ritual itu masih berlaku sampai sekarang.

Bisa dicoba sendiri di rumah, bagaimana sensasi minum kopi hangat setelah shalat shubuh sambil melakukan kegiatan yang produktif, seperti menulis blog, belajar, dll. Dulu setelah aku menjalankan ritual kopi aku sangat rajin menulis di pondok, di tengah-tengah kegiatan yang super padat. Dalam satu bulan bisa abis 2-3 buku.

2. Nonton Film

Jadi kenapa sih, aku suka nonton film?

Karena dengan nonton film aku bisa mempelajari sebuah kehidupan.

Sama seperti para remaja yang lainnya. Aku juga sangat menyukai hiburan yang satu ini. Ketika lelah dengan tugas-tugas, atau jadwal kuliah yang padat, biasanya weekend aku habiskan untuk menonton film. Dan karena aku adalah anak kost, jadi, aku lebih suka nonton filmnya ya di kosan aja. Pake hape. Streaming. Ga mahal kok. Cuman Rp10.000 doang bisa nonton sepuasnya di IFLIX selama satu bulan. Wihii. Seru sekali bukan. Wkwk. Dijamin puas deh. Dan kuotanya luber-luber. (KARENA GA MUNGKIN AKU SATU BULAN ITU NONTON DOANG KAN) Kapan-kapan aku bikin review beli kuotanya dimana ya. ๐Ÿ™‚

3. Menulis

Entah itu menulis di blog, atau menulis di buku diary aku sama-sama suka. Dan keduanya masih aku jalankan hingga sekarang.

Aku itu bukan seorang yang pandai menulis aku bilang. Aku hanya menyukai menulis. Aku tak suka jika ada orang lain melabeli diriku sebagai penulis karena memang tulisanku tak sebagus itu. Kalau ada yang bilang tulisanku bagus, mungkin itu hanya kebetulan. ๐Ÿ™‚

4. Mendengarkan Musik

Sebagai seorang yang introvert, aku tak suka mendengarkan musik tanpa headset. Ketika aku mendengarkan musik, aku merasa ya, inilah duniaku. Aku suka musik. Meskipun aku tak pandai bermain musik. Dulu, waktu kecil, ingiiin sekali belajar bermain piano, gitar, dll. Tapi karena tak ada yang mengajari…ya, sayang sekali impianku bermain musik kandas.

Aku adalah penikmat musik, baik itu musik lama atau baru.

5. Nonton Youtube

Dulu aku suka sekali nonton tv. Tapi sekarang setelah ada youtube, jadi lebih suka youtube wkwk. Ya gimana enggak, hape sangat praktis bisa dibawa kemana-mana. Bisa nonton dimana aja tanpa ribet-rebet club. ๐Ÿ™‚

Dan lagi, di kosan nggak ada TV. Jadi satu-satunya pengusir sepi ya nonton youtube. Ada banyak sekali hal-hal inspiratif yang bisa diambil di youtube.

Sampai saat ini aku masih suka penasaran sama youtube. Yang gaji youtuber ngalah-ngalahin PNS/ orang yang kerja kantoran. Kalo orang jaman dulu mah, cita-citanya mau dokter, polisi, guru, dll. Tapi sekarang? Pekerjaan yang cocok untuk generasi milenial adalah jenis-jenis pekerjaan yang fleksible, penuh kreativitas, dan ga jauh dari sosial media. Misalnya menjadi youtuber, selebgram, bisnis online, dll.

Atta Halilintar misalnya. Gajinya ditaksir mencapai 600juta rupiah tiap bulannya. Dan terus bertambah seiring dia membuat konten-konten baru yang menghibur/bermanfaat.

Kira-kira apakah teman-teman di sini tertarik untuk menjadi youtuber? Atau cukup puas menjadi blogger saja? Hihi.

Aku sih ga muluk-muluk. Suatu saat nanti pengin punya 1jt subs dan mendapat gold button aja udah seneng haha(padahal bikin video aja belom). Bagaimana denganmu? Share di kolom komentar ya! ๐Ÿ™‚

 

Jakarta Selatan (19.54)

Syifa Ulya Syahidah

3 Alasan Kenapa Lebih Memilih Tinggal di Jakarta Daripada Pulang ke Rumah

high angle view of cityscape against cloudy sky

Bagi seorang perantau, pulang ke rumah akan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri, dan semacam terapi jiwa setelah 1 semester belajar dengan tekun di tanah perantauan.

Tapi, apa jadinya kalau Jakarta sudah kuanggap sebagai rumahku sendiri??

Liburan akhir tahun ini, aku memutuskan untuk tidak pulang ke rumah.

Mungkin, telfon keluarga di rumah sudah cukup bagiku.

Kalau dibilang, lebih sayang uang daripada keluarga kan ga mungkin juga. Ada sesuatu hal yang harus aku urus mustinya kenapa aku memutuskan untuk tetap di Jakarta.

  1. Mau ikut kegiatan kindness campaign di Banten.

Semacam kegiatan sosial untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Kemungkinan ke sana awal Januari nanti. Untuk hal ini, tentu saja aku ga bisa pulang.

2. Harga tiket yang melunjak

Bukan rahasia umum kalau harga tiket akhir tahun harganya sangat mahal. Ya, meskipun aku menjadi agen tiket, harganya masih di atas rata-rata. Daripada sering pulang naik kereta nih, lebih baik pulang setahun sekali naik pesawat. Hmm…Ya bayangin aja, siapa yang ga encok duduk di kereta 12 jam lamanya. Itu pun baru sampai Surabaya. Setelah itu harus nyambung naik bus 4 jam lamanya dan akhirnya bisa tiba di rumahku tercinta. Ohya, aku juga suka mabuk kalau naik bus ber-AC. Dan tiba-tiba kejang ketika ketiduran di bus(wakwk). Jadi, aku harus berfikir 1000x apakah aku memutuskan pulang naik bus atau tidak.

3. Waktu Liburan Hanya 2 Minggu

Kalau nggak salah harga tiket bus/kereta sudah mencapai 300-an ketika aku cek kemarin. Pulang pergi bisa jadi 600-an. Dengan tugas yang bejibun rasanya lebih baik aku menghemat pengeluaran, dan stay di Jakarta untuk menyelesaikan tugas-tugasku.

Aku sudah tahu sejak lama kalau kuliah di Umar Usman bakal diberi tugas yang sangat banyak. Seperti tidak diperkenankan untuk libur sebelum lulus. Ya wajar sih, dengan biaya kuliah yang semahal itu, cuma 1 tahun pula, pasti kejar-kejaran dengan waktu. Harus bisa menjadi pengusaha sukses hanya dalam satu tahun. Ngeri juga sih.

Mungkin, aku akan sangat merindukan ritual pergi ke toko buku bersama ibunda tercinta ketika liburan. Aku mohon maaaf sekali belum bisa pulang. Tahun depan Insyaallah. Aku akan pulang. Setelah wisuda. Sekalian lamaran. :’)

Rasa-rasanya aku akan menjadi penghuni tetap warga Jakarta nantinya. {}

 

Jakarta Selatan (17.42)

Syifa Ulya Syahidah

 

Kuli-ah

Kampus Bisnis Umar Usman memang unik. Kuliahnya satu tahun, tiap bulan hanya ada satu matkul. Ga perlu beli binder. Nulis pake buku agenda pun awet. Dari awal masuk kuliah sampe sekarang pun belum ganti buku, mungkin karena bukunya tebal(free dari kampus saat matrikulasi) dan di UU lebih banyak prakteknya daripada teori.

Yang aku suka dari UU adalah, kita ga dituntut untuk punya buku referensi tebal-tebal, harus punya kalkulator sains, ngga diribetkan dengan fotocopy materi, bawa map ini itu, waduh. Hehe. Kampus sebelumnya memberiku pelajaran bahwa kuliah di sini harus kulalui dengan rasa syukur seberat apapun tugasnya.โ˜บ

Nulis materi kuliahnya juga ga perlu dipisah-pisahin loh. Lurus aja nulis dari awal mpe akhir kek novel. Karena matkulnya ya cuman satu doang meskipun kuliah dari pagi mpe malem. Hehe. Untung ga bosen๐Ÿ˜‰

Kuliah di UU menurut sebagian orang itu berat. Kenapa?

1. Tiap minggu ada tugas

2. Tiap minggu presentasi

3. Wajib puasa senin (kamisnya sunnah)

4. Wajib Dhuha tiap hari

5. Wajib tilawah tiap hari

6. Wajib sedekah

7. Wajib birrul walidain

8. Tiap bulan wajib setoran profit

9. Wajib hafal surat Ar Rahman dan Al Waqi’ah

10. Dituntut untuk jualan dan punya bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan

Dan masih banyak lagi๐Ÿ˜Š

Oya. Ada berita mengejutkan!

Jeng-jeng!

Jangan deg-deg an ya.

Jangan takut ya.

Santai.

1…

2…

3…

Nah. Alhamdulillah. Akhirnya nilai IP bulan Oktober keluar juga. ๐Ÿ˜ (seumur-umur baru ngerasain IP 4๐Ÿ™ƒ) Padahal ini udah akhir bulan. Itu artinya ujian bulan November akan segera dilaksanakan. Karena sistem ujiannya itu tiap bulan. Walau begitu nanti juga tetep ada ujian semesternya kok. Tapi belom tau pasti sistemnya bagaimana.

Yak. Tetap semangat!

Doakan bisnis star aku bisa segera jalan ya. ๐Ÿ™‚ []

Detik-Detik Menjelang Libur Akhir Tahun

Sebentar lagi menjelang akhir tahun. Libur semester akan segera tiba. Ya, meskipun liburku tak selama dengan teman-teman dari kampus lain. Liburku hanya 2 minggu. (Karena kuliahku hanya setahun, jadi ga boleh terlalu banyak libur. Hehe.)

Aku gatau kenapa rasanya belum siap untuk pulang. Bukannya ga rindu dengan keluarga. Jujur ku sangat rindu. Tapi aku merasa aku belum mendapatkan apa yang dari dulu aku cari. Jadi aku memutuskan untuk tetap menetap di Jakarta.

Aku juga, belom siap untuk LDR dengan calon suami. Hehehe.๐Ÿ˜

Biarlah nanti ketika aku pulang sama sekalian lamaran. Toh, ga lama juga. Tahun depan Insyaallah๐Ÿ˜Š Mohon do’a restunya ya temen-temen. ๐Ÿ˜Š