Pengalaman Pertama Mengunjungi Perpustakaan Tertinggi di Dunia

Awalnya hanya sekedar iseng. Iseng ke sana karena bingung mau pergi kemana akhirnya ke Perpusnas aja. Dan ternyata….UWOW…Menakjubkan sekali.

perpusnas-RI.jpg

Sebenarnya sudah beberapa kali melihat gedung megah ini ketika berkunjung ke Monas. Tapi entah kenapa belum ada rasa ketertarikan untuk berkunjung ke sana. Hingga akhirnya ada salah seorang teman yang merekomendasikan bahwa perpusnas tempat paling oke buat hangout.

Mulai dari parkir hingga masuk perpustakaan kita tidak akan dikenai biaya sepeserpun. Aku heran. Ternyata masih bisa ya, hangout di Jakarta dengan budget murah-meriah? :’)

Perpusnas ini memiliki tinggi 126,3m. Mengalahkan perpustakaan di Shanghai China yang selama ini disebut-sebut sebagai perpustakaan tertinggi di dunia yakni 106m.

Mengutip dari Wikipedia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibukota negara.

Rasanya, begitu bangga menjadi penduduk warga negara Republik Indonesia karena perpustakaan di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia. Terdiri dari 27 lantai termasuk 3 lantai basement di ruang bawah tanah(untuk parkir).

Perpusnas tidak hanya menyediakan berbagai macam koleksi buku, tetapi juga memiliki berbagai fasilitas lainnya seperti ruang teater, layanan audiovisual, area budaya baca, data center, layanan koleksi buku langka, serta menjadi lokasi kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Fasilitas perlantai Perpusnas:

Lantai 1: Lobi Utama

Lantai 2: Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan, Penelusuran Informasi dan Ruang Auditorium

Lantai 3: Zona Promosi Budaya Baca

Lantai 4: Ruang Pameran dan Kantin

Lantai 5: Perkantoran

Lantai 6: Data Center dan Musholla

Lantai 7: Layanan Anak, Lansia, dan Disabilitas

Lantai 8: Layanan Audiovisual

Lantai 9: Layanan Naskah Nusantara

Lantai 10-11: Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup

Lantai 12-13: Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup

Lantai 14: Layanan Koleksi Buku Langka

Lantai 15: Layanan Referensi, Koleksi Online dan Ilmu Perpustakaan

Lantai 16: Layanan Koleksi Foto, Peta dan Lukisan

Lantai 17-18: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia

Lantai 19: Layanan Multimedia

Lantai 20: Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Mancanegara

Lantai 21: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (klas 000-499)

Lantai 22: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (klas 500-999)

Lantai 23: Layanan Koleksi Majalah Terjilid

Lantai 24: Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Executive Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara.

Dimana lokasinya??

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terletak di Jl. Medan Merdeka Selatan no.11 dan sebagian besar kantornya berada di Jl. Salemba Raya no.28A. Bedanya, yang di Salemba adalah gedung lama tempat penyimpanan arsip surat kabar langka dan pengurusan ISBN. Sedangkan gedung baru terletak tepat di tengah kota, berada di dekat tugu monumen nasional. Kalau kamu pernah merasakan semilir angin sejuk di ketinggian pucuk monas, ternyata ada yang lebih tinggi lagi. Datang ke perpustakaan nasional lantai 24, maka kamu bisa melihat pemandangan kota Jakarta dengan ketinggian 126,3meter. Tanpa perlu antri panjang dan tanpa dipungut biaya wkwkw. Sayangnya belum banyak orang yang mengetahui informasi ini.

rak-buku-perpusnas
Gambar rak buku perpusnas yang diapit oleh dua eskalator di samping kanan dan kirinya. https://www.google.co.id/

Perpustakaan nasional ini tergolong baru karena peresmiannya baru tanggal 14 September 2017 kemarin. Dan kamu akan dibuat takjub ketika datang ke sana untuk yang pertama kalinya. Dengan desain yang sangat modern, perpustakaan nasional menyediakan banyak sekali buku yang kita butuhkan. Kamu juga akan dipandu oleh petugas perpustakaan jika belum tahu bagaimana cara mencari buku yang kamu inginkan.

Tapi sebelum menjelajahi ke24 lantai yang ada di Perpustakaan Nasional ini, setiap pengunjung yang datang diwajibkan untuk menitipkan tas di lantai satu dan membuat kartu keanggotaan di lantai 2. Jangan kuatir karena prosesnya sangat amat cepat melebihi kecepatan pembuatan kartu ATM di Bank hehehe.

tempat-registrasi-keanggotaan-perpusnas
Tempat registrasi keanggotaan perpusnas sekaligus untuk mendapatkan nomor antrian

Pertama-tama kalian isi biodata online di salah satu dari puluhan komputer yang ada di ruangan ini. Setelah selesai mengisi kalian cetak nomor antrian di mesin kecil yang berada di sebelah komputer. Lalu tunggu hingga nomor antrian kalian dipanggil.

Hanya dengan modal KTP, kalian sudah resmi menjadi anggota Perpustakaan Republik Indonesia. 🙂

kartu-anggota-perpustakaan-nasional.jpeg

Kartu ini berlaku untuk 10 tahun dan jangan lupa dibawa ketika berkunjung ke Perpustakaan. Pembuatan kartu ini hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja dan foto di tempat.

Kalau mau internetan di sini juga bisa banget. Kalian tinggal foto/tulis username dan password wifi yang tertera di sebuah layar samping lift. Di ruang baca terdapat banyak sekali meja yang dilengkapi dengan colokan di setiap meja. Kalian bisa menikmati fasilitas internet gratis tanpa berebut colokan sambil menyaksikan keindahan kota Jakarta dari balik jendela. 🙂

pemandangan-kota-jakarta-dari-perpusnas
Menyaksikan keindahan kota Jakarta melalui jendela Perpustakaan Nasional di lt.21

 

NB: Untuk saat ini perpusnas buka setiap hari dan tutup pada pukul 18.00. Tapi katanya akan seegera diperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 22.00 suatu saat nanti.

.

Jakarta, 19 Februari 2019 (13.00)

 

Iklan

Tempat Magang Terbaik

18-office-park-tb-simatupang.jpg

Kalau di tempat lain magangnya hampir setiap hari dan diberi banyak tugas layaknya karyawan, tidak dengan PT Genesis Indojaya. Jangankan diajarkan perihal teknis, tapi yang Mr Bobby utamakan adalah pembelajaran tentang Mindset Pengusaha Muslim, Leadership, dan Teamwork.

Aku fikir, ketika magang kami akan bekerja full time di sebuah perusahaan, bantu-bantu apapun yang bisa kami bantu layaknya pembantu. Tapi nyatanya tidak. Karna kami benar-benar diperlakukan layaknya seorang Entrepreneur. Kami lebih diajarkan tentang mindset seorang pebisnis(baca:boss), tentang leadership, dan juga bagaimana membangun tim. :’)

Padahal, andaikan dipekerjakan seharian full aku siap. Ternyata magang part time. Selebihnya kami dituntut untuk belajar sendiri. Karena belajar itu wajib. Tidak harus di kampus, tidak harus di tempat magang, tapi dimanapun, dan kapanpun.

.

Jakarta, 7 Februari 2019(13.37)

Magang Ternikmat

meeting-room

Hari ini tepat hari keduaku magang.

Kesan pesanku hari ini…

Ternyata magang properti itu ga seseram yang aku bayangkan sebelumnya. Justru, sangat menyenangkan sekali haha. Bagaimana tidak, datang ke sebuah gedung bertingkat yang sangat megah, dimana ketika mau naik lift tinggal tap-tap kartu saja. Sampai ruangan meeting langsung disambut oleh pegawai dan menyajikan secangkir minuman hangat untuk menemani pertemuan kita kali ini. Aku rasa…Mungkin inilah yang dinamakan, “Magang Rasa Meeting“. :’)

Di sana kita belajar tentang banyak hal. Tidak melulu properti. Bahkan tentang properti belum pernah dibahas sama sekali. 

Mr Bobby adalah orang yang pandai bercerita. Beliau juga orang yang sangat sholeh. Setiap kali meeting kami selalu mendapat pencerahan tentang akhirat. Beliau menekankan, “Utamakanlah akhirat…akhirat…dan akhirat. Karena kalau ketika kau utamakan akhirat, maka Allah akan memudahkan segala urusanmu.”

Intinya, apapun yang kamu lakukan di dunia, niatkan untuk akhirat. Niatkan agar Allah cinta dan memasukkanmu ke dalam surga Firdaus.

Kalau yang berkata adalah orang seperti Mr Bobby, aku benar-benar percaya kalau apa yang dikatakannya adalah benar adanya. Karena Mr Bobby sudah membuktikan kekuasaan Allah kalau kita mengutamakan-Nya maka urusan kita akan dimudahkan. Masyaallah. Jangan ditanya berapa gaji beliau saat ini. Pasti besar sekali.

Yang paling mengejutkan, kami hanya mengadakan pertemuan 2-3x dalam seminggu. Dan setiap pertemuan hanya 2 jam saja karna beliau orang yang sangat sibuk tapi tetap meluangkan waktu untuk menebar kebaikan.

.

Jakarta, 7 Februari 2019 (13.15)

OPERASI BELUM SELESAI

Haha. Maafkan atas semua kelebay-anku. Maklum, baru pertama kali ke dokter gigi.

Seriuss??

Iyaa. Terakhir kali aku ke dokter gigi jaman SD. Cabut gigi. Bis itu aku trauma deh ke dokter gigi. Wkwkw.

Sebenarnya niatan mau perawatan gigi itu udah ada sejak dulu. Tapi namanya juga di kampung yah. Fasilitas belum mewadai. Dan juga antrinya lamaa banget. Orangtuaku kasian, lama nungguin. Udah ngantri lama, eh, taunya malah dikasih obat penyembuh nyeri gigi. Kan kocak.😑 Siapa juga yang sakit gigi??

Tidak sesuai ekspektasi.

Jadi gengs, aku baru tau kalo ketika ada karang gigi itu harus dibersihin. Karang gigi apaan? Haha. Sebagai anak IPS sejati aku kurang tahu menahu tentang pelajaran IPA. Padahal penting juga untuk kita tahu. Siapapun kita.

Karang gigi itu semacam pembusukan pada gigi😶 Biasanya warnanya item-item gitu. Kalo masih anak-anak udah punya karang gigi, lebih baik harus segera dikonsultasikan ke dokter. Dan tiap 6 bulan sekali wajib buat bersihin karang gigi. Kalo parah baru 3 bulan sekali.

Aku bener-bener baru tahu akan hal ini. Parahnya aku baru tahu ada rumah sakit yang melayani akan hal ini.

Mungkin karena aku dulunya orang desa, orang desa mah mana tahu ama hal beginian. Padahal penting banget.😖 Sebenarnya aku malu untuk share hal ini. Tapi aku ga pengen hal yang kaya gini terjadi lagi sama banyak orang.

Terus ada lagi istilah kedokteran yaitu kalkulus blablabla. Aku heran gitu. Kok ada istilah matematika di sini??

Denger istilah aneh-aneh waktu pengecekan gigi dan itu luama banget gengs, bikin aku jadi ngantuk. Tapi kutahan dan mencoba mengingat-ingat istilah itu. Nanti kucari tahu sendiri lewat internet. Bis kalo nanya malu.

Kalkulus itu adalah nama lain dari karies. Karies itu apa?

Nah, ini aku cariin di Google:

Bayangin gengs, rusak permanen gengs😢 Rasanya udah kek kehilangan masa depan😥 Hiks.

Sejak kapan sadar gigi kamu berlubang?” Tanya salah seorang tenaga medis alumni S1 UI yang lagi magang di situ.

Sejak SD. Dan bodohnya tetep aku biarin gitu aja karna gatau apa-apa.😭”

Ini adalah salah satu penyesalan terbesar aku. Kenapa aku sejak kecil suka malas gosok gigi. Apalagi gosok gigi malam sebelum tidur. Udah sejak SD aku kehilangan dua gigi geraham kanan dan kiri.

Menurut aku itu udah parah banget. Karna aku biarin karang gigi bekembang biak hingga sekarang. Padahal karang gigi bisa bikin gigi kita berlubang. Kalo dibiarin bakal tambah parah. Resiko terburuknya adalah kita akan kehilangan banyak gigi alias ompong. Kan serem.😥

Dulunya waktu temen aku cerita soal perawatan gigi akunya suka mikir-mikir. Ah mahal. Ah tunggu nanti aja deh kalo ada uang. Ah nanti kalo sakit gimana? Dst.

Padahal kalo kita pikir-pikir ya, apa sih, artinya uang? Bukankah masa depan itu lebih penting? Bukankah kesehatan itu lebih penting?? Hello. Sadar Syif. Nanti kalo parah biaya rumah sakitnya yang mahal! Mending mencegah sedari dini daripada mengobati!

Alhamdulillah selama ini aku tidak mengalami sakit gigi yang berarti. Mungkin belum ya? Maaf karena dulu pernah menyepelekan hal ini.

Kemarin si mbak nya sampe cemas gitu waktu aku mengambil paksa data laporan kesehatan gigi aku. Ga maksa si. Udah izin, tapi ya gitu haha.

Sumpah data laporannya itu buanyaak bangett gilss. Berlembar-lembar! Sesekali aku sambil ditanyain gitu mengenai keluhan aku, kebiasaan aku, dll. Sampe jumlah gigi aku, kerusakannya apa aja. Semua ADA! LENGKAP!

Aku terkejut melihat diagnosa kerusakan gigi aku. Banyak? Iya. Salah aku kenapa aku dari kecil mager. Dan aku ga akan sebutin satu-satu karna itu aib haha. Yang pasti nulisnya pake bahasa kedokteran yang kadang bikin aku mengernyitkan dahi. Didukung oleh tulisan dokter yang ala-ala gitu.

Setelah kondisi gigi aku diperiksa oleh mbak yang cantik itu, dan dibuatin laporan kesehatan yang seabreg itu….Aku bakal ditangani oleh seorang dokter khusus yang akan menjadi dokter tetap aku(ga boleh ganti dokter). Aku nunggunya lamaa sekali. Sampe sempet bikin snapgram. Huahua. Sejam ada kali ya.

Kalo ga punya urat malu, udah tidur pasti aku. Ngantuk parah euy.

Dan oya. Mau mengklarifikasi postingan aku di atas. Jadi yang dipake si dokter itu bukan bor ya! Haha. Itu namanya ultrasonic scaler(referensi google😂). Fungsinya buat men-scaling gigi kita. Scaling itu membersihkan karang gigi. Kalo gatau bisa dicari gambarnya di Google. Serabutnya kek siwak gitu. Keras. Bedanya mungkin ini sintetis.

Dan alay-nya aku bahkan ga berani liat alatnya saking takutnya. Belom diapa-apain udah teriak wkwk. Sumpah ngakak ga berhenti-berhenti abis scaling. Perasaan pasien yang lain sans, kok aku heboh sendiri sih?😂 Duh, maaf ya mbak dokter.🙏 Mbaknya jadi ikutan panik ketakutan gitu nanganin aku. Haha.

Denger suara alat penyedot air aja udah bikin merinding. Jadi tu ceritanya ultrasonic scalernya ngeluarin air biar ga sakit waktu bersihin karang gigi. Air yang keluar banyak banget. Kadang mpe muncrat ke wajah aku. Bikin aku terkejut mendadak!

Pantesan dikasi kek perlak bayi gitu. Untung warnanya ungu.

Proses scaling berlangsung sekitar satu jam.

Kamu yang tenang ya! Jangan tegang gitu. Nanti bikin alatnya kemana-mana. Kalo kena gusi sakit!” Wkaka. Sampe gemes mbak dokternya nanganin aku yang gabisa diem.

Dalam hati aku bilang, “Tahan Syifa! Tahan! Kamu pasti bisa! Ini ga sakit kok. Beneran! Tahan!” Sampe ga berani nafas. Aaaaarghhhh!!!

Satu jam berlalu…

Mbak dokternya pun berhenti mengulik-ulik mulutku.

Loh, udah?”tanyaku.

Iya, udah.”

Loh. Gitu doang??”aku masih terheran-heran.

Iya. Ga sakit kan?”

Ngga. Lagi dong dok.” Entah kenapa rasanya aku belum puas.

Hah…#$$&#?” Mbak dokter pun pergi untuk menyerahkan hasil laporan scaling. Menyisakan aku yang masih terheran-heran dengan apa yang barusan terjadi. Ternyata proses scaling ga sesakit yang aku kira.

Lalu aku berkumur dengan air yang sudah disiapkan di sebelahku. Keluarlah sepercik darah dari dalam mulutku. []

Nb:

Nah, ini kwitansi hasil pemeriksaan gigi plus scaling kemarin

DETIK-DETIK OPERASI GIGI!

Haha. Kok horor ya judulnya😂.

Entah diliat aja nanti.

Posthink aja everything will be okay, niat awal mau konsultasi kok. Tapi gatau nanti kalo sampe cabut gigi dan segala macam😳.

Sampai saat ini aku masih menunggu namaku dipanggil. Dibela-belain berangkat dari kosan jam 06.30. Berdesak-desakan di kereta, sampai kejepit pula. Rasanya ku tak sanggup mati di kereta dalam keadaan seperti itu.😵

Haha. Entah pikiran tiba-tiba jadi parnoan. Tiba-tiba panik, tiba-tiba merintih ketakutan, bikin orang sekeliling bingung. Haha. Rasa-rasanya hampir menyerah menjadi pejuang krl. Gimana mau bertahan kalo turun aja susah?

Akhirnya aku menyabar-nyabarkan hati. Kuambil hp agar pikiran negatifku teralihkan oleh hal lain. Aku harus tetap berfikiran positif. Tenang Syifa, kamu ga akan mati kejepit di kereta kok😂 Paling takut kalo keadaan udah kek begitu lalu tiba-tiba listrik krl mati.

Dan akhirnya sampai juga di Stasiun Manggarai pada pukul 07.00 lewat sedikit. Menunggu arah Bekasi sekitar setengah jam. Lalu turun di Stasiun Klender, dan lanjut ke RSKGM FKG UI Salemba.

Aku baru tahu kalau ada UI lagi selain yang ada di Depok. Di sini ada semacam rumah sakit gigi gitu. Kita bisa konsultasi, perawatan, dan apa aja yang kamu butuhkan untuk gigi kamu.

Katanya sih hasilnya bagus, dan tarifnya sangat amat terjangkau. Sampai-sampai pengunjung rumah sakit mungil ini selalu membludak tiap harinya.

Buka mulai hari Senin-Jum’at pukul 08.00-10.30 untuk pasien baru. Benar-benar harus berangkat dari pagi agar bisa sampai tepat waktu💪

Wait, namaku dipanggil.

…..

Ok, I’m back.

Kufikir tadi langsung dioperasi begitu masuk pintu ini. Ternyata tidak. Pertama diperiksa dulu. Mulai dari berat badan, tinggi badan, suhu tubuh,dlsb. Lalu dirujuk ke ruang integrasi 2.

Kindness Campaign Banten

Minggu, 30 Desember 2018

Untuk kali pertama aku ke bundaran HI(Hotel Indonesia) Jakarta Pusat. Hihi. Seumur-umur baru ke sana.😂 Mon maaf nie terlalu sering mendekam di kos. Terlalu mager untuk pergi keluar rumah.

Untuk mencapai bundaran HI, setelah shubuh kita langsung ke Stasiun Pasar Minggu dan turun di Stasiun Tanah Abang. Hanya Rp7000 dengan Goride.😁

Karena ga sempat sarapan kami beli nasi bakar dulu di bazar hihi. Just 10k! 😋

Jadi dalam rangka Kindness Campaign(kampanye kebaikan), kami berinisiatif untuk mencari donasi Banten. Beberapa dari teman kami sudah ada yang langsung ke tempat lokasi (Banten). Mencari tahu kebutuhan apa saja yang sedang dibutuhkan, bagaimana keadaan di sana, dan lain sebagainya.

Karena donasi baju sudah membludak di sana, jadi kami memutuskan untuk berjualan baju aja di CFD. 100% hasilnya akan disumbangkan untuk korban tsunami Banten. jadi, berikan harga terbaik☺

Sampai saat ini, kami terus gencar mencari donasi baik melalui dunia maya maupun dunia nyata seperti lelang baju di Car Free Day pada hari Minggu pagi kemarin lusa. Kebetulan sekali, aku punya banyak sekali baju tak terpakai jadi ini moment yang pas untuk bersedekah sekaligus beramal. Alhamdulillah.

Kampus kami, bekerjasama dengan Sedekah Ngider Indonesia dalam rangka Peduli Korban Tsunami Selat Sunda Banten.

Kalau teman-teman ingin berdonasi juga bisa salurkan donasinya ke nomor rekening di atas ya. Insyaallah besok tim kami akan segera meluncur ke Banten. Bismillah.😇

Tragedi Hilangnya Kartu ATM

person holding dollars
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Pernah gak si, ketika tiba-tiba kartu ATM yang kalian miliki raib dari dalam dompet/tas? Lalu, kalau sudah begitu apa yang akan kalian lakukan?

Mungkin sebagian dari kalian akan memutuskan untuk kembali ke ATM untuk mencari, sebagiannya lagi lebih memilih untuk memblokir kartu tersebut dan membuat lagi kartu yang baru.

Awalnya aku akan melakukan opsi yang pertama. Tapi, temanku mengatakan itu percuma. Karena ada tiga kemungkinan:

  1. Kalau lupa menarik kartu ATM, kartunya akan ditelan oleh mesin
  2. Kalau ada yang tahu pin kita, lalu kartunya tergeletak begitu saja, besar kemungkinan orang itu akan mengambil isi ATMnya
  3. Jatuh ke tong sampah, atau lantai, kemungkinan akan diringkus oleh petugas kebersihan.

Tanggal 23 kemarin, secara tak sengaja aku lupa dimana menaruh kartu ATM-ku setelah mengambil uang di mesin ATM stasiun Palmerah. Saat itu kondisinya lagi acara KSN. Tentu saja aku panik. Baru pertama kalinya kehilangan kartu ATM. bertepatan hari Minggu pula. Mana ada bank yang buka. Temanku pun menyarankan untuk menghubungi call center dan memblokir kartu ATMku.

Tahun lalu, bertepatan di Bulan Desember, aku terkena penipuan di mesin ATM dan kehilangan uang 4,5jt dalam waktu sekejap. Tentu saja aku trauma kehilangan uang lagi. Ya bayangin aja. Aku sampe rela menahan lapar, menahan keinginan beli ini dan itu, demi bisa menabung untuk masa depan dan uangnya raib begitu saja diambil orang?? Aku bener-bener takut kejadian itu terulang lagi. Meskipun ini murni kesalahanku, bukan kasus penipuan seperti tahun lalu.

Hikmah dari kejadian ini, aku sadar kalau uang itu hanyalah sebuah titipan. Bukan milikmu seutuhnya. Kalau Sang Pemilik Kekayaan ingin mengambil ya pasti diambil dengan cara yang tak diduga. Mungkin ini adalah sebuah peringatan, agar aku sering-sering sedekah dan membantu orang. Bukannya berlomba-lomba mengumpulkan uang. Karena sejatinya kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah. Fastabiqul Khoirot(berlomba-lomba dalam kebaikan).

Aku fikir ketika mengambil uang, aku sudah sangat berhati-hati. Aku bahkan menunggu ATM sepi dulu baru mengambil uang. Tapi kalau memang musibah ya siapa yang bisa menduga. Mungkin aku yang terlalu banyak melamun dan suka terburu-buru. Padahal terburu-buru adalah sifat syaiton. Mungkin setelah ini aku akan lebih berhati-hati lagi dan tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu hal.

Tanggal 23 kemarin bertepatan hari Minggu, tentu saja aku tidak bisa ke bank karena bank tutup. Setelah menunggu keesokan harinya ternyata bank masih tutup. Aku lupa kalau sedang cuti hari natal. Jadi bank manapun masih tutup. Lalu akupun kembali lagi tanggal 26. Dan Alhamdulillah bank sudah buka. Tapi aku disuruh ke bank cabang kalau untuk cetak kartu. Untungnya dekat. Di gedung 18 Office Park Tb Simatupang. Naik ojol 10 menit pun sudah sampai.

Di sana aku mengantri cukup lama. Dan aku adalah nasabah terakhir karena memang kemarin cukup banyak yang antri. Aku mendapat urutan ke 39. Datang pukul 15.00 dan dipanggil pukul 15.55. Alhamdulillah masih keburu karena jam 16.00 bank sudah tutup.

Setelah menyelesaikan proses administrasi dan menandatangani materai aku pun mendapat sepotong kartu ATM baru berwarna biru. Aku senang sekali saldoku masih utuh. Alhamdulillah. Aku jadi ingat nadzarku kemarin, kalau uangku selamat aku janji akan menolong temanku yang sedang kesulitan membutuhkan uang. {}