DETIK-DETIK OPERASI GIGI!

Haha. Kok horor ya judulnya๐Ÿ˜‚.

Entah diliat aja nanti.

Posthink aja everything will be okay, niat awal mau konsultasi kok. Tapi gatau nanti kalo sampe cabut gigi dan segala macam๐Ÿ˜ณ.

Sampai saat ini aku masih menunggu namaku dipanggil. Dibela-belain berangkat dari kosan jam 06.30. Berdesak-desakan di kereta, sampai kejepit pula. Rasanya ku tak sanggup mati di kereta dalam keadaan seperti itu.๐Ÿ˜ต

Haha. Entah pikiran tiba-tiba jadi parnoan. Tiba-tiba panik, tiba-tiba merintih ketakutan, bikin orang sekeliling bingung. Haha. Rasa-rasanya hampir menyerah menjadi pejuang krl. Gimana mau bertahan kalo turun aja susah?

Akhirnya aku menyabar-nyabarkan hati. Kuambil hp agar pikiran negatifku teralihkan oleh hal lain. Aku harus tetap berfikiran positif. Tenang Syifa, kamu ga akan mati kejepit di kereta kok๐Ÿ˜‚ Paling takut kalo keadaan udah kek begitu lalu tiba-tiba listrik krl mati.

Dan akhirnya sampai juga di Stasiun Manggarai pada pukul 07.00 lewat sedikit. Menunggu arah Bekasi sekitar setengah jam. Lalu turun di Stasiun Klender, dan lanjut ke RSKGM FKG UI Salemba.

Aku baru tahu kalau ada UI lagi selain yang ada di Depok. Di sini ada semacam rumah sakit gigi gitu. Kita bisa konsultasi, perawatan, dan apa aja yang kamu butuhkan untuk gigi kamu.

Katanya sih hasilnya bagus, dan tarifnya sangat amat terjangkau. Sampai-sampai pengunjung rumah sakit mungil ini selalu membludak tiap harinya.

Buka mulai hari Senin-Jum’at pukul 08.00-10.30 untuk pasien baru. Benar-benar harus berangkat dari pagi agar bisa sampai tepat waktu๐Ÿ’ช

Wait, namaku dipanggil.

…..

Ok, I’m back.

Kufikir tadi langsung dioperasi begitu masuk pintu ini. Ternyata tidak. Pertama diperiksa dulu. Mulai dari berat badan, tinggi badan, suhu tubuh,dlsb. Lalu dirujuk ke ruang integrasi 2.

Iklan

Kindness Campaign Banten

Minggu, 30 Desember 2018

Untuk kali pertama aku ke bundaran HI(Hotel Indonesia) Jakarta Pusat. Hihi. Seumur-umur baru ke sana.๐Ÿ˜‚ Mon maaf nie terlalu sering mendekam di kos. Terlalu mager untuk pergi keluar rumah.

Untuk mencapai bundaran HI, setelah shubuh kita langsung ke Stasiun Pasar Minggu dan turun di Stasiun Tanah Abang. Hanya Rp7000 dengan Goride.๐Ÿ˜

Karena ga sempat sarapan kami beli nasi bakar dulu di bazar hihi. Just 10k! ๐Ÿ˜‹

Jadi dalam rangka Kindness Campaign(kampanye kebaikan), kami berinisiatif untuk mencari donasi Banten. Beberapa dari teman kami sudah ada yang langsung ke tempat lokasi (Banten). Mencari tahu kebutuhan apa saja yang sedang dibutuhkan, bagaimana keadaan di sana, dan lain sebagainya.

Karena donasi baju sudah membludak di sana, jadi kami memutuskan untuk berjualan baju aja di CFD. 100% hasilnya akan disumbangkan untuk korban tsunami Banten. jadi, berikan harga terbaikโ˜บ

Sampai saat ini, kami terus gencar mencari donasi baik melalui dunia maya maupun dunia nyata seperti lelang baju di Car Free Day pada hari Minggu pagi kemarin lusa. Kebetulan sekali, aku punya banyak sekali baju tak terpakai jadi ini moment yang pas untuk bersedekah sekaligus beramal. Alhamdulillah.

Kampus kami, bekerjasama dengan Sedekah Ngider Indonesia dalam rangka Peduli Korban Tsunami Selat Sunda Banten.

Kalau teman-teman ingin berdonasi juga bisa salurkan donasinya ke nomor rekening di atas ya. Insyaallah besok tim kami akan segera meluncur ke Banten. Bismillah.๐Ÿ˜‡

Tragedi Hilangnya Kartu ATM

person holding dollars
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Pernah gak si, ketika tiba-tiba kartu ATM yang kalian miliki raib dari dalam dompet/tas? Lalu, kalau sudah begitu apa yang akan kalian lakukan?

Mungkin sebagian dari kalian akan memutuskan untuk kembali ke ATM untuk mencari, sebagiannya lagi lebih memilih untuk memblokir kartu tersebut dan membuat lagi kartu yang baru.

Awalnya aku akan melakukan opsi yang pertama. Tapi, temanku mengatakan itu percuma. Karena ada tiga kemungkinan:

  1. Kalau lupa menarik kartu ATM, kartunya akan ditelan oleh mesin
  2. Kalau ada yang tahu pin kita, lalu kartunya tergeletak begitu saja, besar kemungkinan orang itu akan mengambil isi ATMnya
  3. Jatuh ke tong sampah, atau lantai, kemungkinan akan diringkus oleh petugas kebersihan.

Tanggal 23 kemarin, secara tak sengaja aku lupa dimana menaruh kartu ATM-ku setelah mengambil uang di mesin ATM stasiun Palmerah. Saat itu kondisinya lagi acara KSN. Tentu saja aku panik. Baru pertama kalinya kehilangan kartu ATM. bertepatan hari Minggu pula. Mana ada bank yang buka. Temanku pun menyarankan untuk menghubungi call center dan memblokir kartu ATMku.

Tahun lalu, bertepatan di Bulan Desember, aku terkena penipuan di mesin ATM dan kehilangan uang 4,5jt dalam waktu sekejap. Tentu saja aku trauma kehilangan uang lagi. Ya bayangin aja. Aku sampe rela menahan lapar, menahan keinginan beli ini dan itu, demi bisa menabung untuk masa depan dan uangnya raib begitu saja diambil orang?? Aku bener-bener takut kejadian itu terulang lagi. Meskipun ini murni kesalahanku, bukan kasus penipuan seperti tahun lalu.

Hikmah dari kejadian ini, aku sadar kalau uang itu hanyalah sebuah titipan. Bukan milikmu seutuhnya. Kalau Sang Pemilik Kekayaan ingin mengambil ya pasti diambil dengan cara yang tak diduga. Mungkin ini adalah sebuah peringatan, agar aku sering-sering sedekah dan membantu orang. Bukannya berlomba-lomba mengumpulkan uang. Karena sejatinya kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah. Fastabiqul Khoirot(berlomba-lomba dalam kebaikan).

Aku fikir ketika mengambil uang, aku sudah sangat berhati-hati. Aku bahkan menunggu ATM sepi dulu baru mengambil uang. Tapi kalau memang musibah ya siapa yang bisa menduga. Mungkin aku yang terlalu banyak melamun dan suka terburu-buru. Padahal terburu-buru adalah sifat syaiton. Mungkin setelah ini aku akan lebih berhati-hati lagi dan tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu hal.

Tanggal 23 kemarin bertepatan hari Minggu, tentu saja aku tidak bisa ke bank karena bank tutup. Setelah menunggu keesokan harinya ternyata bank masih tutup. Aku lupa kalau sedang cuti hari natal. Jadi bank manapun masih tutup. Lalu akupun kembali lagi tanggal 26. Dan Alhamdulillah bank sudah buka. Tapi aku disuruh ke bank cabang kalau untuk cetak kartu. Untungnya dekat. Di gedung 18 Office Park Tb Simatupang. Naik ojol 10 menit pun sudah sampai.

Di sana aku mengantri cukup lama. Dan aku adalah nasabah terakhir karena memang kemarin cukup banyak yang antri. Aku mendapat urutan ke 39. Datang pukul 15.00 dan dipanggil pukul 15.55. Alhamdulillah masih keburu karena jam 16.00 bank sudah tutup.

Setelah menyelesaikan proses administrasi dan menandatangani materai aku pun mendapat sepotong kartu ATM baru berwarna biru. Aku senang sekali saldoku masih utuh. Alhamdulillah. Aku jadi ingat nadzarku kemarin, kalau uangku selamat aku janji akan menolong temanku yang sedang kesulitan membutuhkan uang. {}

Keseruan Acara Kopdar Saudagar Nusantara

kopdar-saudagar-03

Masih dengan suasana KSN, sebenarnya ada banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan. Tapi maaf baru kali ini sempet untuk menulisnya. ๐Ÿ˜Œ

Entah kenapa tiba-tiba hari ini aku terserang flu. Kecapekan kali ya. Wkwk. Mungkin aku masuk angin.

Hari kedua KSN aku bertemu dengan sahabat lamaku di Travel. Namanya Meilia. Dia datang jauh-jauh dari Bogor untuk jadi panitia juga. Panitia Bazar. Tapi shift-shift an dengan temannya. Ngga seperti aku kemarin yang seharian full.

Ohya, FYI untuk membuka stand bazar di KSN itu sewanya 3jt selama 3 hari. Free AC. Dan seperti biasa, kampusku, Kampus Bisnis Umar Usman buka stand di sana. Barangkali ada yang berminat mendapatkan beasiswa kuliah di Kampus Bisnis Umar Usman hehe. Seandainya aku ikut KSN tahun lalu aku pasti aku mengenal Umar Usman dari dulu. Sayangnya aku terlambat mengetahuinya dan daftar kuliah dengan biaya yang sangat mahal. ๐Ÿ˜ฆ

Hari Pertama

Hari pertama KSN ada lomba Tahfidz yang diperuntukkan bagi anak usia 7-15th. Ada juga nasyid dari Izzatul Islam Junior. Lalu hari kedua ada lomba mewarnai untuk anak-anak.

Jadi apa itu Green Coco Land? Green Coco Land semacam sponsor di acara Kopdar Saudagar Nusantara. Brand Ambassadornya Kang Rendy Saputra. Green Coco Land menawarkan investasi kavling dengan harga murah meriah.

GCL juga mengundang Muzzamil loh. Alhamdulillah acaranya bener-bener meriah. Nyesel deh yang ga dateng wkwk.

Green Coco Land ini memang menyajikan berbagai lomba untuk anak-anak. Ada doorprize, lelang produk, nasyid, stand up comedy, dan masih banyak lagi.

Begini penampakan panggungnya…

img-20181223-wa0008-612231285.jpg

Karpet hijau yang luas ini selain digunakan untuk tempat lomba, juga digunakan untuk shalat berjama’ah loh. Karena musholla terlalu kecil untuk tempat shalat ribuan orang pengunjung.

Hari Kedua

Aku mungkin ga mengikuti semua rangkaian acaranya. Capek, wkwk. Bisa ikut sesinya Kang Dewa aja udah seneng banget. Ada banyak ilmu yang aku dapatkan dan bisa dipraktekkan langsung di bisnisku.

Memang benar, kalau ingin berbisnis janganlah sendirian. Kita harus punya tim! Kita tak perlu menguasai segala bidang untuk menjadi pebisnis.

Untuk menjadi owner rumah sakit ga perlu menjadi dokter dulu, karena faktanya ga semua dokter bisa mendirikan rumah sakit. Begitu juga kalau ingin mendirikan cafe/restoran tidak harus pintar memasak dulu. Karena nyatanya ga semua koki bisa membuka cafe/restoran. Ilmu terlalu luas untuk dipelajari. Kalau nggak berminat di bidang tertentu, jangan memaksakan diri untuk belajar. Cari orang yang ahli untuk diajak kerjasama. ๐Ÿ™‚

Itulah salah satu rahasia kenapa kang Dewa bisa sesukses ini. Kang Dewa orangnya juga sangat produktif. Fokus dengan apa yang dikerjakannya. Dia membangun tim dengan sistem yang tertata rapi. Karena kerja tim itulah bisnisnya bisa sebesar dan sebanyak sekarang. Bayangkan kalau semuanya kita kerjakan sendirian. Mulai dari marketing, customer service, packing barang, hingga mengirim paket kita kerjakan sendirian. Pasti akan menjadi sesuatu hal yang sangat melelahkan bukan? Dan hasilnya nggak seberapa.

Hari Ketiga

Awalnya aku merasa tiketnya terlalu mahal untuk menghadiri acara tsb. Meskipun dari kampus telah memberikan diskon 100rb, angka 395,000 masih terlalu besar untuk anak kost sepertiku. Kalo bisa gratis, kenapa harus berbayar? Akhirnya akupun mencari akal dan mendaftar menjadi panitia. ๐Ÿ˜‚ Wkwkw

Hari ketiga akhirnya kuputuskan untuk datang lagi. Karena ada acara sedekah akbar dan mengundang 3.500 anak yatim. Pada malam harinya acara sharing-sharing pengalaman hijrah para artis seperti Tengku Wisnu, dll Tapi sorenya, abis liat-liat di JakCloth langsung pulang wkwk. Ni badan udah meriang ga kuat lagi. Lelah. ๐Ÿ™‚

Bagi yang belum tahu Jakcloth, JakCloth itu semacam pameran baju branded yang digelar beberapa kali tiap bulan. Kebetulan lokasi pamerannya berdekatan dengan KSN jadi apa salahnya untuk melihat-lihat. Wkwk. Tapi setelah nyampe dalam nyesel udah masuk. Haha. Setelah mampir makan kami langsung keluar.

Yuhuu. Begitulah pengalamanku mengikuti KSN 2018 low budget. Hihi. Ternyata hanya dengan modal dengkul kami bisa mengikuti acara sebesar ini.

Berawal dari ‘rasa penasaran’ yang menggebu-gebu akhirnya kesampaian juga untuk mengikuti Festival Kopdar Saudagar Nusantara. ๐Ÿ™‚

Pengalaman Pertama Menjadi Panitia KSN 2018

Kopdar Saudagar Nusantara: Sebuah Acara bergengsi yang diadakan sekali setiap tahun. Mempertemukan para saudagar(baca:pengusaha) dari seluruh pelosok tanah air.

Kali ini acaranya diadakan di Istora, Senayan. Dan untuk pertama kalinya aku menghadiri acara ini. Waktu itu tanpa babibu langsung kuiyakan aja ajakan temanku untuk menjadi panitia. Tepatnya menjadi panitia acara Green Coco Land, bagian resgistrasi.

Ohya, sebelumnya aku bukanlah seorang anak event. Mana pernah ikut kepanitiaan gitu wkwk. Tapi untuk hari pertama coba-coba dululah. Bismillah. Kalo asik besok lanjut.

Tapi ternyata aku ga sekuat itu. Pulang Pergi Jaksel-Jakpus itu sangat-sangat melelahkan. Pulang larut malam dan keesokan paginya sudah harus stand by di lokasi. Badanku terasa sangat remuk wkwk.

Ini adalah kartu ajaib menurutku. Dengan kartu ini kamu bisa free akses kemanapun kamu mau! Mulai dari parkir, hingga ikut seminar yang berbayar hampir Rp500,000.

Jadi panitia itu dispesialin banget deh! Dapet makan, parkir dekat lokasi gratis dan free akses kemanapun.

Tapi sayang, sehari setelahnya aku mengundurkan diri menjadi kepanitian. Karna ya, aku merasa bidangku bukan di situ. Terima kasih atas pengalaman hari pertama. Aku stand by terus di Coco Land ga kemana-mana wkwk. Hari kedua dan ketiga aku asik jalan-jalan sendiri reuni dengan teman-teman lama. Masyaallah, acara sebesar ini telah mempertemukan kita dengan orang-orang yang telah lama tak bersua. :’) Luar biasa.

Trade Expo Indonesia

๐Ÿ“† 25/10/2018

๐Ÿ“ ICE BSD City Tangerang

Trade Expo Indonesia(TEI) adalah pameran dagang terbesar di dunia yang didesain khusus untuk mendongkrak pertumbuhan ekspor dan perluasan pasar berskala Internasional. Dengan mendatangkan 1100+ exhibitors dan buyers dari 100+ negara.โ˜บ

Nah, di sini aku ga akan menceritakan panjang kali lebar kali tinggi TEI itu apa. Kalian bisa mencarinya sendiri di google. Yang pasti di sini kami mendapat banyak link vendor, wawasan tentang ekspor, pengalaman, dan masih banyak lagi. ๐Ÿ˜Š

Dari kiri: Kak Fitri, Kak Ulfah, Kak Dewi, dan aku yang pake kerudung hitam. Kami semua sama-sama mahasiswi Kampus Bisnis Umar Usman Batch 6.

Sedikit cerita, kalo di antara kami berempat, kak Fitri inilah yang telah berhasil duluan membuka stand di TEI ini. Katanya dia bisa membuka stand GRATIS karena orangtuanya tu punya link sama kementrian. Soo, buat kalian-kalian yang mau expor produk, atau buka pameran di acara sebesar ini, kalian deketin aja. Pak menteri. Atau pak menteri. Kalian boleh banget memperkenalkan diri. Karena dulunya Ibunya Kak Fitri juga melakukan hal yang sama. Dan Alhamdulillah ya, bisnis roti bagelennya disambut ramah oleh orang kementrian. :))

Keren banget pokoknya! Aku salut sama kak Fitri ini. Selain orangnya ramah, baik, rendah hati, dia juga suka membantu sesama. Bisnis Roti Bagelen yang dirintis bersama sang Ibunda pun pernah mendapatkan penghargaan pada tahun 2017 lalu. Wiih,…๐Ÿ˜ Juga, roti yang mereka produksi sendiri ini sudah sampai ke berbagai mancanegara lhoo! Kalian bisa cek di instagramnya: @bagelenubiungu.

Ini beberapa contoh gambar produknya๐Ÿ˜ƒ

Rasanya enakk bangedd! Sukaak!๐Ÿ˜๐Ÿ˜‹

Roti Bagelen Ubi Ungu sudah sampai Paris.

Kalo produk kuliner mungkin agak ribet di legalitas yah. Kata kak Fitri, “Legalitas mah gampang. Yang penting udah lolos uji ngangeninnya dulu. Udah dapet pasar potensialnya. Dan yang paling penting kita harus punya banyak link. Misalnya sesama wirausaha muda, pihak pemerintah, dan lain-lain. Kalo punya link, semua urusan pasti gampang ko. :)”

Kalau yang ini foto bareng-bareng dengan anak UU yang lain. Awalnya ga janjian, eh ternyata ketemu ma mereka di sana. Wkwkw. Kejutan bangett!

Dari kiri: Aufa, aku, Mr. Robert, Kak Dewi.

Ketika kami sedang kelelahan setelah muter-muter dari stand satu ke stand yang lain, tiba-tiba ada seorang bule datang dan minta izin memotret kami. Wow!! Kok berasa jadi artis yah. Wkwkw.

Saat itu posisinya lagi duduk di pinggir stand yang udah sepi pengunjung. Dan, “Wow. It looks very natural. Helloo…let me take some of your picture guys. May I??” Tanya bule itu.

Kamipun kebingungan yang tiba-tiba disamperin bule asal Italia itu. Dengan bahasa Inggris yang belepotan kamipun mengiyakan. Difoto dengan berbagai macam pose yang natural.

Setelah itu kamipun selfie bersama. Hoho.

Kesalahanku adalah lupa tidak meminta nomor whatsappnya. Padahal kalo punya dan pertemanannya masih berlanjut sampai sekarang itu adalah sesuatu hal yang saangat keren! Siapa tahu dia menjadi partner bisnis kita suatu hari nanti. Aku menyesal.

Baru pertama kali ini ada seorang bule yang seramah itu. Dia juga perhatian. Dia bertanya padaku, “Hi. Why are u shy?! :)” (kenapa kamu malu??)

OMG! Separah itukah aku sampe bule pun bilang aku pemalu???!๐Ÿ™ƒ

Foto dengan Pak Jokowi hihii.

Ini aku dan Kak Dewi. Kak Dewi sampe bela-belain nginep di kosan aku biar bisa ke Tangerang bareng. Kalian tau? Tangerang itu jauh banget. :’) 2.5 jam dari kosan aku di Jati Padang. Dan kami bela-belain datang ke sana pulang pergi selama dua hari. Pulang dari sana jam 12 malam. Besok paginya pergi ke Tangerang lagi.๐Ÿ™ƒ Luar biasa. Capek sekali. Tapi banyak ilmu yang kami dapat.

Sambil jalan-jalan kita juga bisa kulineran gratis lohh. Mampir aja di stand kuliner. Karena rata-rata mereka menyediakan sample produk untuk dicicipi. Kita juga bisa mengupas lebih dalam tentang bagaimana cara produksi, pengiriman darimana, dan banyak hal. Luar biasa seru kan?๐Ÿ˜Š Rugii deh kalo ga ikut. Soalnya free entry di sini. Meskipun jauh tapi kita bisa mempelajari banyak hal.

Di ICE BSD City itu ada 10 hall. Luaaas banget. Dua hari itu aja ga semuanya kita selesai jelajahi. Padahal kita sampe malam di sana. Udah sangat capek.โ˜บ

Produk-produk yang bisa diekspor itu banyak banget. Ada handycraft, makanan, furniture, dll. Kamu mau cari apa aja ada. Tinggal liat peta saking banyak dan luasnya produk yang dipamerkan di sini.๐Ÿ˜Š

Ini foto saat menikmati secangkir kopi sehabis materi tentang ekspor ke ASEAN dan RRT. Wkwkw. Sumpah ya. Ikut kelas ini berasa kuliah lagi di Akademi Pimpinan Perusahaan. Karena dulu sempet belajar Perdagangan Internasional Wilayah ASEAN dan RRT juga. Bedanya, di sini kami bisa berinteraksi langsung dengan pak konjen dan pak dubes yang baik hati.

Inti dari pembelajaran di kelas ini adalah,, ketika kita mau mengekspor suatu produk, kita harus benar-benar pastikan produk kita itu TERUJI. Ketika ikut seminar atau pameran, jangan lupa bawa kartu nama, brosur, dan sample produk. Kita bisa saling bertukar kartu nama dengan para wirausaha lain. Kalau ada spot bagus, bisa kita gunakan untuk foto produk gratis. Hehee.โ˜บ[]

Pengalaman Pertama Gue Jualan di Kampus

Di kampus gue, wajib banget yang namanya setoran profit. Sebagai tolok ukur berhasil atau tidaknya bisnis kita berjalan. Venue streams nya boleh dari mana aja. Baik dari Cash Cow(Bisnis Sementara) maupun bisnis Start Up kita.

Setoran profit semester ini adalah 200rb sebulan. Ga boleh kurang (Kalo lebih boleh). Karena nanti pasti akan dapat punishment kalau kurang. Hal ini bikin gue berfikir keras. Ga tidur semalaman dan akhirnya gue pun jatuh sakit. Kepala nyut-nyutan gara-gara mikirin profit.

Ya gue tau gue salah ya. Hehe. Profit itu dicari bukan dipikirin. Wkwk! Konyol juga gue.

Alhamdulillah gue sakitnya cuma semalem aja. Ga lama-lama. Jadi gue bisa kembali berkuliah dengan fit lagi. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah gue kuliah di Kampus Bisnis Umar Usman gue sakit. Begitu ada tanda-tanda sakit gue bener-bener istirahat total tuh. Semaleman. Gilak. Kek mayat tidur mulu. Bangun-bangun pergi kuliah.

Gue tau gue orangnya belom jago ngomong. Tapi gue butuh setoran profit nih. Hampir tiap malem gue begadang ga bisa tidur gara-gara mikirin profit doang. Eh suer gue ga boong.

Sampai akhirnyaa, gue beraniin diri buat mengontak manajer koperasi kampus gue. Mr. Fad.

“Mister. Saya mau izin nitip jualan di koperasi. Bolehkah?”

“Produk apa?”

“Pancake durian mister.”

“Boleh.”

Seketika dalam hati gue bersorak. Alhamdulillah Ya Allah akhirnya. Gue dapet jalan juga.

Inilah konsinyasi pertama gue. Nitip jualan di koperasi kampus. Gue tetep bisa fokus kuliah, dan gue dapet bagi hasilnya dari kampus.