Kondangan

Hari ini aku sangat lelah-lelah sekali.

Setelah kemarin muter-muter Jakpus-Jaktim-Jaksel. Hari ni pergi lagi ke Bogor. Haha. Udah kek orang sibuk aja. Padahal iya. Ni aja nulis sambil merem melek.

Jadi hari ini ceritanya aku diundang hadir oleh sahabat aku di Bogor untuk datang ke resepsi pernikahan anak bosnya. Kebetulan bosnya ini kenal aku juga di sebuah komunitas bisnis.

Gimana acaranya?

Seru gak?

Wah, megah sekali dongg. Acaranya di Royal Hotel Bogor. Berikut cuplikan acaranya saat penganten diarak menuju pelaminan(diarak dengan tari-tarian):

Selama di Jakarta, jujur ini baru yang ketiga kalinya aku menghadiri sebuah acara pernikahan. Dan ini yang paling meriah karena tamunya banyak sekali. Luber-luber! Sampe berjam-jam berdiri gara-gara ga dapet tempat duduk. Apa emang adat resepsi orang kota begitu semua ya?😅 Beda bangett ama di kampung.

Pesta pernikahan digelar dengan adat Sunda. Yang tentu saja aku tidak mengetahui artinya saat MC membacakan wejangan.

Tentu saja ini menjadi suatu pengalaman yang berbeda bagiku. Karena aku sendiri orang Jawa, dan lebih sering ikut kondangan di kampung daripada di kota. Perbedaannya sungguh signifikan!

Pertama backsound yang digunakan. Backsound yang digunakan itu lagu-lagu yang lagi hitz. Baik Indo maupun barat. Beda ama d kampung rata-rata backsoudnya shalawatan! Wkwk. Mungkin karena yang hadir di sini ada yang non muslim ya? Jadi…sedikit menghormati(?)

Ada satu shalawat yang bikin aku baper banget. Yaitu shalawat yang biasa dilantunkan saat mengarak penganten ke pelaminan. Walaupun ga lagi di acara nikahan tapi tiap denger shalawat yang satu itu bikin baperr!😭

Kalo di kampung pake adat Jawa pastilah ya. Misal nginjek telor, mandi kembang, minum air kendi, dan lain sebagainya. Dan menggelar pestanya pun cukup di rumah atau di jalan raya.

Iya, benar. Di jalan. Dan itu cukup lumrah kalau memang rumahnya kurang lebar untuk menampung para tamu undangan. Kalau sudah begitu jalan ditutup dan dialihkan ke jalan yang lain. Belum ada ceritanya orang kampung nikah di gedung wkwk.

Kesan dari pesta pernikahan kali ini??

Sangat mewah, mengharukan, bikin merinding(ya siapa sih yang ga merinding ketika ‘aku’ dan ‘kamu’ telah menjadi ‘kita’😌), dan sangat meriah. acara inti sudah selesai para tamu dipersilahkan untuk makan sepuasnya apapun yang diinginkan. Karena makanan yang disediakan buanyaak banget.

Siapa saja bisa nambah kalau mau, atau mencicipi setiap makanan yang dihidangkan juga boleh. Ada nasi goreng, bebek goreng, bakso, pempek, sate, lontong, makaroni schootel, ice cream, pofertjes, salad buah, salad sayur, marshmellow, cupcakes, sate permen warna warni, jus, syrup, air mancur cokelat, bahkan infuse water juga ada! Keren banget😍 Seandainya belum kenyang langsung dicicipi semua ini. Tapi sayang baru makan ‘beberapa’ piring sudah sangat kenyang😅. Lagi ga enak banget makan sambil berdiri. Mau duduk juga nanti ngalangin orang yang jalan😅. Sampai sebegitu meriahnya🙌

Luar biasa sekali ya, bisa makan sepuasnya gini. Makanannya ga abis-abis! Padahal biasanya kalo ada acara nikahan setiap tamu cuma diberi jatah makan sekali. Lah ini berkali-kali. Wkwkw. Ibu Haity(bosnya sahabatku) memang terkenal sangat dermawan.😊 Sudah kaya, dermawan pula. Sosok atasan yang patut jadi panutan.

Hihi, akhir kata, saya ingin ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Kak Karina dan Kak Ryan. Semoga pernikahannya sakinah, mawaddah, warohmah. 🙂 []

Iklan