JELAJAH KOTA BOGOR! Mengunjungi Istana di Balik Semak-Semak Belukar

Apa cuman gue, yang sampai sekarang magangnya belum selesai?

Magang ini bukan magang biasa! Karna kami dipertemukan oleh orang yang luar biasa. Satu-satunya orang yang memperlakukan kami sebagai rekan bisnis, bukan karyawan yang siap untuk dipekerjakan ini itu. Siapakah dia?

Pak Bob. Gue nggak tau kenapa Pak Bob sangat berbeda. Gue ga ngerti juga kenapa dipertemukan dengan Pak Bob.

Bisa dibilang bukan magang sih. Tapi lebih tepatnya, study tour wkwk. Mulai dari study tour ke kantor megah yang ada di gedung 18 Office Park, study tour ke Restaurant Holycow, hingga study tour ke Bogor. Kita sebagai rekan bisnis dibebaskan untuk bertanya apa pun yang ingin kita tanyakan. Khususnya mengenai proyek properti yang sedang beliau jalankan.

Sebelumnya gue juga ga abis pikir kenapa akhirnya gue terjun ke bisnis properti. Karena dalam silsilah keluarga gue ngga ada satupun orang yang bisnisnya properti. Tapi, gue punya keinginan untuk belajar. Meskipun gue tau, kalau bisnis properti mayoritas dijalankan oleh laki-laki. Kalau perempuan bisa, kenapa tidak?

Kemarin siang gue dan dua temen gue meet up dengan pak Boby di lobby kantor. Setelah satu bulan magang akhirnya jadi juga untuk kunjungan proyek ke Bogor.

Karena siang, Alhamdulillah nggak macet. Perjalanannya kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Kami naik mobil pribadinya Pak Bob, dan ternyata Pak Bob ngga sendirian, melainkan ditemani oleh supir pribadinya.

Di tengah perjalanan, Pak Bob bertanya, “Kalian sudah makan?” dan dua temen gue kompak menjawab sudah. Rasanya, kalau menjawab belum jadi tak enak sendiri. Akhirnya gue memilih bungkam dan menenggelamkan diri dalam lamunan. Kepala gue rasanya pusing, perut mual, dan badan lemes. Awalnya bisa ditahan, tapi kalo ditahan terus lama-lama gue bisa muntah! Akhirnya gue angkat bicara. Dan gue minta izin ke Pak Bob untuk membuka jendela. Ya ampun…Pake norak segala sih, haha…

Asli gue malu banget karena ga tahan AC, ditambah lagi gue belum sempet makan dari kemarin malam. Wkwk. Untungnya Pak Bob ngerti dan mampir di McD untuk mengisi perut. Setelah makan Pak Bob juga nyuruh gue buat duduk di bangku depan saja. Alhamdulillah jadi mendingan.

Setelah perjalanan panjang lintas provinsi, kami tiba juga di sebuah tempat di daerah Cibinong yang masih asri. Mulai dari pemandangan yang serba hijau, semak-semak belukar yang masih tinggi, sawah yang membentang luas, jalan-jalan yang masih terjal, suara rumput yang bergoyang hingga suara jangkrik yang bersahut-sahutan melengkapi bagian dari perjalanan kami. Benar-benar damai dan ngingetin gue sama suasana di kampung halaman. Ternyata di pelosok kota Bogor terdapat desa seasri ini! Yang lebih mengejutkan lagi, Pak Bob membangun sebuah perumahan megah di lahan hijau yang asri itu! Rasanya seperti melihat istana di balik semak-semak belukar. Indah dan tersembunyi…

Btw, begini penampakan perumahannya…

Jayana-Villages.jpeg

Bagus bukan?

Bagi kalian yang ingin melenyapkan diri dari bisingnya Kota Jakarta, barangkali perumahan ini bisa menjadi referensi tersendiri. Didesain dengan elegan dan minimalis, dulunya perumahan ini adalah sebuah lahan kosong yang dibeli Pak Bob dengan harga murah meriah. Hanya Rp600.000/m2 dengan luas lahan 8000m2. Menghasilkan 50 unit kavling rumah yang siap dibeli. Sedangkan harga perunitnya dibanderol sekitar Rp400.000.000. Hmm…Lumayan bukan berbisnis properti?:D Wkwkw…Yaa beginilah. Sedap sedap gurih.

Itu baru proyek yang di Bogor. Belum yang di Cinere, di Depok, juga properti semi-semi apartemen yang ada di Bali.

Pak Bob mengaku, beliau tidak pintar tentang perkara teknis. Jadi beliau mempercayakan orang-orang yang kompeten untuk menjalankan bisnisnya. Mulai dari mencari kontraktor untuk membangun perumahan, mencari arsitek perumahan yang ahli, sampai mencari orang yang ahli dalam hal pemasaran. Katanya, tim yang hebat dan solid mempunyai andil besar dalam kemajuan bisnis perusahaannya. Beliau juga memperlakukan siapa saja yang berbisnis dengannya sebagai keluarga. Bukan bawahan. Sama halnya kami yang diperlakukan sebagai rekan bisnis. Meskipun kami bertiga masih kuliah dan belum sesukses Pak Bob.

Sedikit cerita, dulunya Pak Bob adalah orang miskin yang tak memiliki apa-apa. Pak Bob juga bukan orang terpintar semasa sekolah ataupun kuliah. Tapi anehnya, sekarang Pak Bob telah memiliki perusahaan besar dan mempekerjakan orang-orang pintar di masa ia sekolah/kuliah. Teman-temannya satu persatu berbondong-bondong melamar pekerjaan di perusahaan Pak Bob.

Sewaktu gue tanya apa yang menjadi rahasia kesuksesannya saat ini, Pak Bob menjawab kalau beliau hanya mengerjakan apa-apa yang beliau sukai. Pak Bob hanya menekuni apa yang menjadi passion Pak Bob. Karna Pak Bob percaya, asal kita fokus kepada passion, maka segala kekurangan ataupun kelemahan yang ada di diri kita pasti akan tertutupi. 🙂 []

Iklan